Trayek Biskita Ditambah Sampai Ciawi, 186 Angkot Dipaksa ‘Pensiun’

by -

Hampir dua bulan beroperasi, layanan Biskita terus ditambah. Tak hanya di Kota Bogor, jangkauannya diperluas hingga Ciawi. Tak ayal, ratusan angkutan perkotaan alias angkot pun dipaksa ‘pensiun’ sebagai lanjutan program konversi.

JIKA sebelumnya hanya beroperasi di dua koridor da­lam kota, kini jumlah armada Biskita Trans Pakuan bertam­bah. Bila ditotal, jumlahnya menjadi 49 unit bus pada empat koridor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menambah 28 unit Biskita Trans Pakuan untuk beroperasi di dua koridor baru. Yakni, Koridor 1 (Terminal Bubulak-Cidangiang) dan Koridor 2 (Terminal Bubulak-Ciawi) yang diluncurkan pada Rabu (15/12).

Mengaspalnya puluhan bus program Buy The Service (BTS) itu juga menandai lenyapnya ratusan angkot yang dikon­versi. Sejalan dengan kon­versi tiga angkot menjadi satu bus.

Menurut Ketua Badan Peng­awas Kodjari, selaku bagian dari konsorsium Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang mengelola Biski­ta Trans Pakuan, Dewi Jani Tjandra, total Biskita Trans Pakuan yang mengaspal di Kota Bogor berjumlah 49 unit dari empat koridor.

Baca Juga  Armada Biskita Ditambah, Cek Rutenya

Sebelum diluncurkan pada Koridor 1 dan 2, jelasnya, bus yang dibuat di Karoseri Laks­ana itu sudah narik di dua koridor. Yakni, Koridor 5 (Sta­siun Bogor-Terminal Ciparigi) dan Koridor 6 (Air Mancur-Parungbanteng). Dengan jumlah armada 21 unit bus.

“Total untuk tahun ini ada 49 unit. Setiap masing-masing koridor disiapkan satu unit bus khusus penumpang disa­bilitas,” terangnya.

Disinggung sudah berapa angkot di Kota Bogor yang sudah dikonversi menjadi Biskita Trans Pakuan, sam­bungnya, hingga kini sudah ada 186 unit angkot yang di­konversi dari enam koridor yang ada di Kota Bogor.

Ia menjelaskan bus-bus itu pun berasal dari semua ko­perasi yang ada di Kota Bogor. Seperti, Kencana, Kodjari, Madani, dan lain-lain.

“Prinsipnya, kita menyesu­aikan dengan trayek yang dibutuhkan. Misal kita butuh di Koridor 6, itu ada trayek 07 dan satu pendampingnya bisa trayek 02 dan 03. Itu kita ambil,” bebernya.

“Kita beli dan kita besi tua­kan di Samsat. Kita tidak membeli ke badan hukum, melainkan ke pemiliknya langsung. Badan hukum ha­nya mengantarkan saja,” im­buh Dewi.

Baca Juga  Tarif Biskita Masih Jadi PR

Sebelumnya, Biskita Trans Pakuan kembali ngaspal di dua koridor baru. Yakni 15 unit bus di Koridor 1 (Termi­nal Bubulak-Cidangiang) dan 13 unit bus di Koridor 2 meli­puti trayek Terminal Bubulak-Ciawi.

Dengan tambahan 28 unit bus tersebut, total ada 49 unit Biskita Trans Pakuan yang ngaspal di Kota Bogor sejak diluncurkan awal November lalu.

Dengan adanya tambahan armada di Koridor 1 dan 2 itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa bus bak­al melayani lebih banyak warga sampai wilayah Bogor Timur dan Selatan.

“Melayani lebih banyak lagi warga sampai daerah Bogor Selatan dan Timur,” katanya.

Ia menuturkan, Shelter Ci­dangiang yang melayani rute Bubulak-Cidangiang men­jadi salah satu shelter yang cukup luas. Nantinya bakal diintegrasikan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Me­nengah (UMKM) di kawasan tersebut.

“Tidak akan kita gusur dan tidak kita geser. Tapi akan kita rapikan sebagai satu fa­silitas yang terintegrasi dengan Shelter Cidangiang,” ujarnya.

Baca Juga  Bima Arya Geram Ada Maling di Biskita

Ia juga menegaskan bahwa bus program BTS besutan Badan Pengelola Transpor­tasi Jabodetabek (BPTJ) itu masih gratis alias tarif Rp0 hingga akhir tahun.

Meskipun nantinya bakal dikenakan tarif, Bima Arya menjanjikan tarif yang ber­sahabat.

“Biskita masih gratis sampai ada keputusan lebih lanjut. Tapi kalaupun nanti berbay­ar, harganya Insya Allah sangat bersahabat,” terangnya.

Terpisah, Direktur PDJT Kota Bogor Lies Permana Lestari mengatakan, selama satu bulan lebih beroperasi di Koridor 5 rute Stasiun Bogor-Cirigi dan Koridor 6 Parung Banteng-Air Mancur, Biskita Trans Pakuan telah melayani 144.432 penumpang. Dengan rata-rata per hari 3.283 penumpang.

Ia menambahkan, jumlah rata-rata penumpang menga­lami kenaikan jika dibanding­kan pada tiga pekan pertama Biskita beroperasi. Yakni, 2.140 penumpang. Puncak terting­gi pelayanan ada pada 12 De­sember lalu, mencapai 3.415 penumpang per hari. “Masih sangat antusias dan positif merespons Biskita,” tutupnya. (ryn/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.