Waspada Omicron, Kota Bogor Kembali Perbanyak Bed Pusat Isolasi

by -
Kepala Dinkes Kota Bogor dr Sri Nowo Retno. (IST)

METROPOLITAN.id – Covid-19 varian Omicron disebut telah masuk ke Indonesia dan telah menjangkit puluhan orang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengantisipasi dengan berbagai strategi, salah satunya memaksimalkan pusat isolasi.

Apalagi, varian Omicron disebut penularannya lebih cepat dari varian Delta, menurunkan efektivitas vaksin namun keparahan tidak separah delta.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno, sesuai arahan wali Kota Bogor Bima Arya, agar semua tetap waspada dan menyiagakan 3T. Yakni Tracing, Testing dan Treatment.

Serta menyiapkan fasilitas Rumah Sakit (RS) maupun fasilitas isolasi.

“Semua tetap siaga dan waspada. Edukasi prokes ke masyarakat terus dilakukan, disiplin prokes tetap yang utama karena itu yang menjadi tameng,” kata Retno, belum lama ini.

Baca Juga  SMPN 13 Rayakan Tiga Peringatan Hari Besar

Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru saat ini, kata dia, salah satunya Pemkot Bogor meminta perpanjangan kesepakatan dengan Kepala Pusat BPKP Ciawi hingga Maret 2022.

Selain itu, sambung Retno, fasilitas isolasi milik kampus IPB juga akan diaktifkan kembali, setelah sebelumnya dinonaktifkan selama dua bulan.

“Kapasitas rumah sakit 504 bed, tetapi sesuai komitmen jika terjadi lonjakan akan disiagakan sampai 1.300 bed lagi. Rumah sakit lapangan juga akan disiagakan, tapi untuk saat ini masih terkendali, BOR ada di 2,5 persen,” tegas mantan wakil direktur RSUD Kota Bogor itu.

“Vaksinasi Kota Bogor 96,61 persen tersisa 27 ribuan, vaksinasi anak-anak per 26 Desember 2021 sudah 52 persen,” imbuh Retno. (ryn)

Baca Juga  Kota Bogor Krisis Ruang Terbuka Hijau

Leave a Reply

Your email address will not be published.