Baru Ada Dua Paket Di Laman LPSE Kabupaten Bogor, Samson: Dinas Lain ke Mana?

by -

Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan lelang awal tahun ini dengan sejumlah pekerjaan yang menelan anggaran besar, rupanya sekadar isapan jempol.

DILIHAT dari laman lpse.bogorkab.go. id, hingga pertengahan Januari hanya ada dua paket yang dilelangkan, yakni makan minum di RSUD Leuwiliang dan Firewall dan Center Hardware dan Software pada Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Sampai saat ini baru dua paket lelang yang masuk ke kita. Untuk beberapa dinas lainnya belum ada yang ma­suk lagi,” kata Kepala Bagian Pengadaan Barang/ Jasa (BPBJ), Adriawan.

Ia mengaku telah menyosialisasikan kepada dinas-dinas yang memiliki paket lelang dengan angga­ran cukup besar agar mela­kukan pemberkasan kepada BPBJ, sehingga bisa segera dilelangkan.

Baca Juga  Ade Yasin: Kabupaten Bogor Sudah Siap Terapkan PPKM Level 2

“Kita sudah bicara pada dinas-dinas agar melengka­pi berkasnya. Meski lelangnya cepat dilakukan tetap ada risiko telat. Seperti gagal le­lang karena tidak ada peru­sahaan yang memenuhi kualifikasi atau lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bu­pati Bogor, Iwan Setiawan, mengaku sempat membahas persoalan lelang pekerjaan tersebut dengan sejumlah dinas. Namun, ia terheran-heran dengan realisasinya, di mana masih banyak dinas yang telat melakukan lelang pekerjaan meski anggaran pekerjaannya cukup besar. “Ini kan persoalan klasik, dari dulu selalu terjadi se­perti ini. Padahal dulu sem­pat saya bahas juga bersama dinas, tapi tetap terjadi lagi seperti ini,” katanya.

Iwan pun mengingatkan pekerjaan yang mengguna­kan anggaran, seperti kon­struksi, dapat dilelang awal tahun. Bahkan, ia sempat mewacanakan agar peker­jaan yang memakan waktu panjang dapat dilelang langs­ung setelah ABPD diketuk. “Kita sempat ada wacana agar lelang yang besar-besar dilakukan setelah APBD diketuk atau tahun sebe­lumnya supaya pekerjaan yang lama bisa terkejar,” ungkapnya.

Baca Juga  Setop! Jangan Berkendara tanpa SIM, Mulai Hari Ini Ada Razia Polisi

Hal ini pun mendapat kri­tikan keras dari Ketua Umum Benteng Pajajaran, Dul Sam­son. Menurutnya, sudah se­harusnya semua tender lelang terbuka agar terang-bende­rang dan tidak ada proyek yang tidak jelas alias ‘uka-uka’. Terlebih secara prosedur ang­garan sudah diketuk palu sebelumnya. Artinya, paket kegiatan sudah di-ploting/ diajukan yang mana saja. ”Masa awal tahun ini baru dua paket yang lelangkan dari dua instansi, sedangkan dinas yang lain mana?” kata Dul Samson.

Ia melanjutkan bahwa seha­rusnya semua paket siap tam­pil lelang. “Bagaimana mau percepatan pembangunan kalau di awal tahun saja baru dua paket yang siap dilelangkan,” pungkasnya.(mam/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.