Bima Arya Gaungkan Kembali Konsep Terminal Batas Kota, Ngarep Lepas dari Kota Termacet di Indonesia

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali menggaungkan konsep Terminal Batas Kota di wilayah perbatasan kota dan kabupaten Bogor. Konsep ini digaungkan kembali dengan tujuan Kota Bogor dapat terlepas dari julukan kota termacet di Indonesia.

 

Apalagi, baru-baru ini Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix.

 

Menurut Bima Arya, persoalan kemacetan ini kan terjadi karena beberapa faktor. Di mana salah satunya yakni konsep angkutan kota yang harus lebih di reformasi.

 

Untuk itu, Bima Arya mengaku bersama Bupati Bogor, Ade Yasin akan kembali mengkoordinasikan konsep terminal batas kota ke Provinsi Jawa Barat.

 

“Targetnya di 2024 angkot di pusat kota sangat berkurang. (Sembari) akselerasi dari program BTS itu menjadi strategi utama kita,” kata Bima Arya kepada wartawan, Jumat (14/1).

Baca Juga  Muncul Kasus di Karawang, Bima Arya Instruksikan Dinkes Dalami Virus Baru B117

 

Soal hasil penelitian yang dilakukan Inrix bahwa Kota Bogor masuk sebagai kota termacet ke lima di Indonesia, dijelaskan Bima Arya, semua survei itu tetap jadi referensi bagi pihaknya, meski seringkali pihaknya juga tidak mengetahui survei yang dilakukan diambil dari mana, dan apakah diambil dari wilayah perbatasan atau termasuk Puncak.

 

Meski begitu, bagi Bima Arya, apapun hasil penelitian yang dikeluarkan, tidak akan menggoyahkan pihaknya untuk terus memperbaiki transportasi di Kota Bogor untuk mengakselerasi konsep konversi angkutan kota.

 

“Jadi kita jadikan referensi saja, apapun hasilnya sama aja yang penting di lapangan warga harus melihat perbaikan gitu,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun jalan baru di wilayah Kota Bogor.

 

Permintaan ini disampaikan menyusul Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix.

Baca Juga  Supriantona Siburian Nahkoda Baru GAMKI Bogor

 

“Ya tentunya kita mengurai kemacetan di Kota Bogor, kita bersama-sama dengan stekholder lainnya baik itu transportasi maupun Dishub dan sebagainya kita akan pelajari lagi kita evaluasi apakah ruas jalan yang ada itu sebanding dengan volume kendaraan,” kata Kombespol Susatyo.

 

“Nah sehingga apakah nanti perlu penambahan ruas jalan baru atau ruas jalan arteri baru tentunya nantinya akan kita kaji bersama agar bisa mendapatkan solusi kemacetan di Kota Bogor,” sambungnya.

 

Menurutnya, memang tak dipungkiri sejauh ini volume kendaraan di wilayah Kota Bogor cukup meningkat, khususnya pada saat weekend.

 

Peningkatan volume kendaraan ini terjadi terutama pada ruas jalan Pajajaran dan seputaran Sistem Satu Sarah (SSA) yang memang menjadi rute utama.

Baca Juga  Warga Bogor Sabar Dulu, Taman-Taman Kota Belum Akan Dibuka Dalam Waktu Dekat

 

Untuk itu, pihaknya berharap ke depan akan ada ruas jalan lainnya sebagai penghubung jalur arteri yang memang cukup untuk menampung kendaraan di jalan protokol.

 

“(Selain) kita terus melakukan rekayasa lalu lintas, kita juga berharap kedepan akan ada ruas jalan lainya,” ucap Kombes Pol Susatyo.

 

“(Sambil) kita membudayakan (masyarakat) agar membiasakan menggunakan transportasi umum. Mudah-mudahan nanti Biskita bisa mengurai kemacetan ini,” tandasnya.

 

Diketahui, Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix.

 

Kota Bogor menjadi kota kelima di Indonesia yang mendapat predikat kota termacet. Setelah Kota Surabaya di peringkat pertama, diikuti DKI Jakarta, Denpasar dan Malang. Sedangkan tingkat dunia, Kota Bogor ada di posisi 821 kota termacet seantero bumi. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.