Bima Arya Minta Dana Talangan buat Biskita Transpakuan

by -

METROPOLITAN – Peng­hentian sementara operasio­nal Biskita Transpakuan di Kota Bogor lantaran adanya evaluasi program Buy The Service (BTS) oleh Badan Pengelola Transportasi Jabo­detabek (BPTJ) sejak 1 Ja­nuari terus menjadi perbin­cangan.

Disetopnya operasional Biskita ditengarai bakal me­nelan waktu satu bulan. Al­hasil, Wali Kota Bogor, Bima Arya, sempat melontarkan usulan opsi dana talangan kepada BPTJ agar Biskita Transpakuan tetap mengaspal meskipun ada evaluasi dari Kemenhub melalui BPTJ. Me­ski begitu, BPTJ sendiri masih akan fokus pada proses eva­luasi agar lebih cepat selesai alih-alih berbicara kaitan dana talangan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Humas BPTJ, Budi Rahardjo.

“Kalau Pemkot (Bogor) mau melakukan itu (usulan dana talangan, red), ya silakan saja. Opsi itu bisa saja dibicarakan. Tapi kalau dari sisi kita, sejauh ini belum ada alternatif lain. Kita masih berusaha memak­simalkan agar yang namanya evaluasi ini cepat selesai.

Jadi dari pemerintah pusat seperti itu,” katanya saat dihubungi Metropolitan, Selasa (4/1). “Tapi kalau ada opsi lain dari Pemkot Bogor sendiri ya bisa dibicarakan. Tapi kita be­lum bisa menjawab bisa atau tidaknya,” sambungnya.­

Baca Juga  Pulang Kerja, Warga Cimanggu Jadi Korban Begal

Tak hanya itu, ia juga me­mastikan bakal ada perte­muan antara BPTJ dengan Pemkot Bogor dan konsor­sium Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) se­telah evaluasi dilakukan. “Pasti tentu seperti itu. Jadi target kita dari pemerintah pusat adalah bagaimana bisa menyelesaikan evaluasi dulu,” terangnya.

Saat disinggung soal waktu dan indikator yang dievalua­si, pihaknya berharap bisa selesai dalam waktu satu bu­lan. Bagi BPTJ, mekanisme BTS merupakan program baru yang perlu berbagai penye­suaian dan perbaikan. Tuju­annya agar program ini tetap berlangsung lama dan jangan sampai subsidi hanya ber­langsung sebentar.

“Aspek yang jadi evaluasi dibagi jadi dua hal besar. Dari sisi administrasi dan dari sisi operasional. Tapi dua hal ini saling berkaitan. Kalau administrasi berkaitan dengan aturan pemberian subsidi ini, ketentuannya sesuai keten­tuan pengadaan barang dan jasa oleh Kementerian Keu­angan,” jelas Budi.

Baca Juga  Polemik Biskita Transpakuan, Bima Sebut Banyak Pihak nggak Paham

Termasuk kaitan kemun­gkinan tarif Biskita Transpa­kuan ke depannya. Salah satunya melihat aspek ritase. “Iya itu semuanya dikaji. Ka­lau operasional itu pembaya­rannya rupiah per kilometer. ini evaluasinya seperti apa. Apakah ritase-nya terpenuhi,” ujarnya.

“Jadi menyangkut banyak hal. Misalnya Transjakarta di ibu kota kan jalurnya tersen­diri. Kalau di Bogor campur. Maka ritase yang ditentukan sebelumnya apakah memadai atau tidak. Kalau tidak, kita sesuaikan lagi dengan hasil evaluasi yang sudah berjalan. Sehingga setelah penentuan ritase sesuai kondisi riil yang sudah ada,” tambah Budi.

Sebelumnya, saat disinggung bagaimana dengan pelayanan transportasi bagi masyarakat selama operasional Biskita Transpakuan dihentikan, Bima Arya mengaku dalam satu bulan ini pihaknya akan terus berkomunikasi dengan BPTJ sambil menyosialisasi­kan kepada pelanggan atas kebijakan ini.

“Termasuk kita juga akan mengusulkan opsi lain, yaitu dana talangan. Apabila atu­rannya memungkinkan dan ada lampu hijau dari BPTJ, maka Biskita Transpakuan ini kembali akan mengaspal da­lam waktu dekat. Besok kita akan surati BPTJ,” imbuh Bima Arya.

Baca Juga  Pemkot Ngarep Biskita Gratis Diperpanjang

Soal apakah tidak mencoba menyediakan penyediaan bus gratis lainnya, Bima mengaku tidak akan mengambil solusi itu. Sebab, pihaknya akan mencoba untuk melihat opsi dana talangan yang sudah disampaikan ke BPTJ.

“Tidak, tapi kita akan men­coba untuk melihat opsi dana talangan tadi, kalau dari BPTJ ada lampu hijau maka mungkin beberapa hari lagi akan beroperasi dengan dana talangan, dana talangan itu memungkinkan dan Insya Allah ada,” bebernya.

“Dana talangan dari opera­tor. Operatornya itu konsor­sium baik PDJT dan Lorena yang mempunyai dana untuk mengalokasikan ini dan me­reka dananya siap. Saya ber­harap itu, supaya layanan tidak terganggu karena di jalan (Biskita Transpakuan) sudah beroperasi sangat baik,” ujar Bima Arya. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.