Biskita Transpakuan Disetop Mendadak, Dewan Sentil Wali Kota

by -
IST

METROPOLITAN.id – Penghentian sementara bus program Buy The Service (BTS) besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yakni Biskita Transpakuan, per 1 Januari 2022, menuai reaksi keras dari berbagai pihak.

Diantaranya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, yang mempertanyakan dasar penyetopan secara mendadak bus yang dilaunching pada awal November 2021 itu. Anggota DPRD Kota Bogor fraksi PDI Perjuangan, Atty Somaddikara angkat bicara merespons pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya terkait penyetopan sementara operasional Biskita Transpakuan ini.

“Jangankan wali kota yang kaget, saya sendiri sebagai anggota DPRD ikut kaget. Dan mungkin sebagian masyarakat kota bogor juga ikut kaget,” katanya.

Ceu Atty, sapaan karibnya berpendapat, seharusnya wali Kota Bogor memberikan peryataan berdasarkan bukti secara tertulis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui BPTJ yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Wali kota jangan hanya sekedar menerima informasi secara lisan, karena distopnya biskita memiliki dampak terganggunya sarana angkutan umum bagi masyarakat Kota Bogor untuk betaktifitas,” ujarnya.

Baca Juga  Kiat Ampuh Dokter Boyke, Bikin Pasutri Puas Maksimal

Agar informasi akurat dan tidak terjadi simpang siur, ia menegaskan bakal akan meminta unsur pimpinan DPRD Kota Bogor untuk segera mengundang Wali Kota Bogor Bima Arya dan Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor Lies Permana Lestari, untuk memberi penjelasan terkait pemberhentian operasional Biskita Transpakuan secara mendadak ini.

“Semoga rapat konsultasi dan konfirmasi atas persoalan ini untuk segera diagendakan, agar alasan dan kendala yang terjadi sebenarnya dapat diketahui. Selain itu juga sebagai dasar keterbukaan informasi publik bagi masyarakat Kota Bogor,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyentil Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat lantaran memberhentikan operasional Biskita Transpakuan yang masuk ke dalam program Buy The Service (BTS) secara mendadak per Sabtu (1/1/2022) kemarin.

Musababnya, Bima Arya yang juga sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini menilai, pemberhentian program BTS secara mendadak di seluruh Indonesia itu telah merugikan konsumen termasuk Pemerintah Kota.

Baca Juga  Pembangunan Jalan Puncak II Bisa Timbulkan Bencana

“Tapi tentu karena ini terjadi sangat mendadak, dan merugikan konsumen termasuk Pemkot,” kata Bima Arya saat memberikan keterangan pers terkait operasional Biskita Transpakuan Bogor di Halte Cidangiang, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (2/1).

“Karena itu saya mewakili seluruh kota di Indonesia yang saat ini juga kaget dengan kebijakan yang sangat cepat dan tidak bisa diantisipasi, kami memberikan catatan khusus agar Dirjen Perhubungan Darat memperbaiki proses perencanaan ini dan kami juga sangat menyesalkan mengapa hal ini terjadi secara mendadak,” sambungnya.

Disisi lain, diakui Bima Arya, memang pada akhir tahun 2021 BPTJ sempat menyampaikan wacana bahwa nanti akan ada masa jeda operasi program BTS karena akan ada perubahan dari lelang umum menjadi e-katalog.

Baca Juga  Siang Bolong, Rumah Kontrakan Aceng Hangus Dilalap Api

Akan tetapi, pada saat itu pihaknya hanya mendapatkan informasi pelaksanaannya akan dilakukan sekitar Januari atau Februari. Sementara, kebijakan ini mulai berlaku pada awal tahun 2022.

Belum lagi, hingga sampai saat ini dirinya belum menerima surat resmi dari BPTJ, surat dari BPTJ hanya dilayangkan kepada operator, dalam hal ini PDJT yang menginformasikan ke pihaknya bahwa alasan dihentikan karena adanya pergantian dari sistem lelang umum menuju e-katalog yang memerlukan waktu.

“Ya kami terus terang kaget, karena kami tidak mengantisipasi sebelumnya, yang kami antisipasi di bulan Februari dan itu pun akan kita sosialisasikan dan kita antisipasi secara bertahap,” ucap Bima Arya.

“Tapi kami ke depan tetap optimis bahwa Biskita Transpakuan ini akan kembali mengaspal setelah proses evaluasi dan kemudian proses e-katalog ini tuntas dalam waktu satu bulan dari sekarang,” lanjutnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.