Curah Hujan di Bogor Meningkat, BPBD Siagakan Destana

by -

METROPOLITAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada dengan adanya peningkatan curah hujan beberapa hari ke de­pan, yakni dari 13 sampai 15 Januari.

Kepala Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hasan, menuturkan, pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut. Bahkan saat ini sejumlah personel BPBD tetap disiagakan dan terus melakukan mitigasi bencana. “Setiap saat kita selalu siaga, tapi ketika ada pe­ringatan kita lebih ekstra. Mitigasi sudah kita lakukan di beberapa wilayah rawan bencana,” katanya.

Walaupun ada peringatan dari BMKG, Yani Hasan mengaku jika cuaca di Ka­bupaten Bogor sulit dipre­diksi. Sebab, Bogor telah diakui BMKG masuk kate­gori non-ZOM (Zona Musim, red) yang artinya cuaca di Bogor sulit diprediksi.

Baca Juga  Diguyur Hujan, Dua Desa Longsor

“Ketika di daerah lain ma­sih musim kemarau, di Bogor sudah musim hujan, meski hujan lokal atau sebaliknya. Karena kondisi alam di Bogor ini berbeda dengan wilayah lainnya. Cenderung basah di Bogor ini,” paparnya. Me­ski begitu, ia meminta ma­syarakat tetap waspada. Ba­hkan jelang puncak musim hujan, Desa Tangguh Ben­cana (Destana) terus disia­gakan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, men­jelaskan, BMKG memonitor perkembangan cuaca di seluruh Indonesia. Saat ini mengindikasikan ada po­tensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk di Ja­bodetabek.

“Sebagian besar wilayah Jabodetabek termasuk wi­layah yang diprediksi men­galami puncak musim hujan pada periode Januari ini,” katanya. “Belokan angin di wilayah selatan Indonesia, terutama di sekitar Laut Jawa bagian barat dan perairan selatan Banten dan Jawa Ba­rat, dapat memengaruhi pembentukan awan hujan di Jabodetabek,” sambungnya.

Baca Juga  Pabrik Serabut Kelapa Habis Dilahap si Jago Merah

Berdasarkan kondisi terse­but, BMKG memperkirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Jabodetabek.

Guswanto mengatakan, BMKG mengimbau masyara­kat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi menimbul­kan bencana hidrometeoro­logi. Di antaranya berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. “Terutama untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ungkapnya. (mam/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.