Desain Park and Ride Pasar Bogor Ditarget Rampung Tahun Ini

by -

METROPOLITAN – Setelah penataan kawasan Jalan Su­ryakencana dilaksanakan pada tahun anggaran 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini mulai menggarap desain Park and Ride yang diproyeksikan dibangun di kawasan Plaza Bogor dan Pa­sar Bogor.

Detail Engineering Design (DED) untuk Park and Ride dikerjakan pada tahun ang­garan 2022. Sedangkan pembangunan fisik dilakukan pada 2023 atau paling lambat pada 2024. Hal tersebut diung­kapkan asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor, Dody Ahdiat. ­

Menurutnya, rencana pembangunan Park and Ride di kawasan perdagangan Plaza dan Pasar Bogor ini terkait penataan kawasan Suryakencana. “Untuk kajian­nya disusun Perumda Pasar Pakuan Jaya. Untuk desain atau DED-nya dikerjakan tahun ini,” katanya, kemarin.

Baca Juga  Tahun Baru, Stok Pangan Kota Bogor Diklaim Aman

Dody menambahkan, desain tersebut ditarget rampung tahun ini. Sedangkan pembangunan fisik Park and Ride disebut bakal dikaver dengan skema Build-Opera­te-Transfer (BOT) dan nanti­nya akan diadakan Beauty Contest. Ditambah bakal ada pusat ekonomi kreatif, pusat kuliner dan pusat cindera­mata. Pengelolaan Park and Ride ada di bawah Perumda Pasar Pakuan Jaya lantaran Plaza Bogor dan Pasar Bogor merupakan bagian dari Penyertaan Modal Pemerin­tah (PMP).

“Pengelolaannya direncana­kan Pasar Pakuan Jaya dan akan membuat anak perusa­haan. Sebelum dibangun kita tertibkan dulu PKL dan relokasi pedagang di Plaza Bogor dan Pasar Bogor. Di­tata keseluruhan,” tutur man­tan Kadisdukcapil itu.

Di sisi lain, pihaknya juga tengah mencari solusi bagi pendapatan Perumda Pasar Pakuan Jaya lantaran seba­gian besar berasal dari Plaza Bogor dan Pasar Bogor. Se­hingga pembangunan Park and Ride baru bisa terlaksa­na bila relokasi pedagang bisa dilakukan. Rencananya, pedagang Plaza dan Pasar Bogor akan direlokasi ke Pa­sar Sukasari dan Pasar Jam­bu Dua. “Maka dari itu, revi­talisasi Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua untuk ke­pentingan relokasi pedagang (Plaza Bogor dan Pasar Bogor) harus rampung juga,” ujarnya.

Baca Juga  Bawang Merah di Pasar Bogor Tembus Rp28 Ribu

“Jadi berkaitan. Park and Ride baru terlaksana jika re­vitalisasi dua pasar yang jadi opsi tempat relokasi itu se­lesai. Kalau (direlokasi) ke Pasar Tekum (Tekhnik Umum, red) Kemang belum bisa ka­rena ada proses lain,” imbuh Dody. Setelah rampung DED, sambung dia, dilanjut dengan tahapan sosialisasi kepada pedagang dan warga sekitar. “Jadi bertahap,” tuntasnya. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.