Dewan dan Wali Kota Bertemu Membahas THM Holywings di Kota Bogor, Kompak Menolak jika Jual Alkohol di Atas 5 Persen

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengaku sudah bertemu pimpinan Dewan Perwa­kilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait rencana berope­rasinya Tempat Hiburan Malam (THM) Holywings di Kota Bogor.

Menurutnya, eksekutif dan legislator punya pan­dangan yang sama terkait adanya Holywings di Kota Bogor. Jika nanti beroperasi, Holywings tidak berkon­sep sama seperti yang ada di kota-kota lain.

“Terkait Holywings tidak membahas secara resmi dengan DPRD. Tapi ya pak ketua (DPRD) sampaikan hal-hal yang kira-kira sama lah. Kita satu frekuensi lah,” katanya saat ditemui Metropolitan di DPRD Kota Bogor, Kamis (13/1)

Ia bersama DPRD masih menunggu pengelola Ho­lywings untuk memaparkan konsep yang harus se­suai dengan visi Kota Bogor.

Baca Juga  Setelah Kapolresta, Giliran Kasatpol PP Janji Pelototi Pembukaan Holywings Bogor

Selepas inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan beberapa waktu lalu, pihaknya menunggu respons dari Holywings untuk memaparkan konsep dan akan memanggil kembali pihak-pihak terkait. “Jadi saya katakan (Holywings) hanya akan buka kalau sejalan dengan visi kita. Kita mem­berikan waktu, kita tunggu dan nanti akan dipanggil lagi,” ujarnya. ­

Untuk pertemuan nanti, ia akan didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Dae­rah (Forkopimda) termasuk pimpinan DPRD untuk me­mastikan konsep yang dita­warkan sesuai visi Kota Bo­gor. “Nanti saya akan di­dampingi Forkopimda, dengan pimpinan dewan, supaya clear konsepnya se­perti apa,” katanya. Meski begitu, Bima Arya mengaku baru sekali bertemu pihak Holywings di Bogor. “Nggak (lebih dari sekali, red). Saya baru bertemu mereka (pihak Holywings, red) sekali,” tu­turnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Kota Bogor Paksa Pemkot Pelototi Pembangunan Holywings, Atang: Jangan sampai seperti di Kota Lain

Sementara itu, Kepala Sat­pol PP Kota Bogor, Agusti­ansyah, sempat menegaskan bahwa wali kota keukeuh menolak Holywings untuk beroperasi jika konsepnya sama dengan yang ada di kota-kota lain.

Hal itu lantaran di beber­apa tempat tetap buka dengan kerumunan seperti kasus penutupan di Kemang, Ja­karta. Hingga kedapatan menjual miras golongan B dan C yakni miras dengan kadar alkohol lebih dari 5 persen.

“Kalau minol golongan A kan izinnya di pusat, kita nggak bisa berwenang soal itu. Tapi kalau golongan B dan C, pak wali nggak ada beri rekomendasi, karena untuk izin itu harus ada re­komendasi pemerintah dae­rah,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnan­to, meminta konsep usaha Holywings yang berlokasi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur itu jangan sampai sama seper­ti di kota-kota lainnya, ya­kni menjadi Tempat Hiburan Malam (THM).

Baca Juga  Jadi Polemik, Bima Arya Restui Holywings Buka di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 di Bogor : Satpol PP dan Camat Harus Pastikan Prokesnya

“Harus diawasi dan dipas­tikan konsepnya, jangan sam­pai sama seperti di kota lain (menjadi THM, red),” kata Atang, Minggu (9/1). “Pemkot juga harus menghentikan izin dan menutup tempat tersebut jika bentuknya tidak sesuai perizinan yang diajukan ke­pada DPTMPSP Kota Bogor, yaitu kafe dan restoran,” sam­bungnya. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.