Doa Mustajab di Hari Rabu, Dipanjatkan di Antara Waktu Dzuhur dan Ashar

by -

METROPOLITAN.id – Berikut ini doa mustajab di hari Rabu, yang bisa dipanjatkan di antara waktu dzuhur dan ashar.

Dari doa hari Rabu yang dipanjatkan di antara waktu dzuhur dan ashar, dinilai mustajab atau dikabulkan Allah SWT.

Dikutip kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari berbagai sumber, berikut ini ulasan dan penjelasan hadits serta doa mustajab di hari Rabu yang dipanjatkan di antara dzuhur dan ashar.

Dari beberapa hadits yang menganjurkan memanjatkan doa pada hari Rabu, antara lain Sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu menceritakan dan ia berkata:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

Baca Juga  Buntut Tewasnya Bobotoh, Jadwal Pertandingan Malam Piala Presiden 2022 Mesti Dievaluasi

Artinya: “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berdoa di Masjid Al Fath tiga kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir: ‘Tidaklah ada suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa. Dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.”

Dalam riwayat lainnya:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

Artinya: “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Dzuhur dan Ashar.” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no.704, Ahmad no. 14603, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no.3874)

Bukan hanya itu, namun dalam fikih hadits para ulama juga menjelaskan hadits ini adalah dalil yang menganjurkan berdoa antara waktu dzuhur dan ashar di hari Rabu.

Baca Juga  Pendaftaran Seleksi Calon Bos PDJT Segera Ditutup, Sudah 15 Orang Ajukan Lamaran

Al-Baihaqi setelah membawakan hadits ini dalam Syu’abul Iman, juga mengatakan :

ويتحرى للدعاء الأوقات والأحوال والمواطن التي يرجى فها الإجابة تماما فأما الأوقات فمنها ما بين الظهر والعصر من يوم الأربعاء

Artinya: “Hendaknya bersengaja berdoa di waktu, keadaan dan tempat yang besar kemungkinan diijabahnya secara sempurna. Diantara waktu yang mustajab adalah antara dzuhur dan ashar di hari Rabu.”

Syaikh Al-Albani juga berkata:

لولا أَنَّ الصحابي – رضي الله عنه – أفادنا أَنَّ دعاء الرسول صلى الله عليه وسلم في ذلك الوقت من يوم الأربعاء كان مقصوداً – والشاهد يرى ما لا يرى الغائب، وليس الخبر كالمعاينة – لولا أَنَّ الصحابيّ أخبَرنا بهذا الخبر؛ لكنّا قُلْنا هذا قد اتفق لرسول الله صلى الله عليه وسلم أَّنه دعا فاستجيب له في ذلك الوقت من ذلك اليوم؛ لكن أَخَذَ هذا الصحابي يعمل بما رآه من رسول الله صلى الله عليه وسلم يوماً ووقتاً ويستجاب له؛ إِذاً هذا أمرٌ فهمناه بواسطة هذا الصحابي وأَنّه سنّةٌ تعبدية لا عفوية

Baca Juga  Hiks, BLT UMKM Buat 7 Ribu Warga Kota Bogor Belum Cair

Artinya: “Kalau saja bukan karena Sahabat yang memberikan faedah kepada kita, yakni bahwasannya doa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Pada saat itu yang dimaksud adalah hari Rabu (dimana tentunya yang menyaksikan langsung tidaklah sama seperti orang yang tidak hadir langsung). Maka kami akan katakan bahwa hanya kebetulan saja Rasulullah diijabah doanya di hari Rabu.”

Itulah doa mustajab Hari Rabu, yang di anatranya bisa dipanjatkan di antara waktu Dzuhur dan Ashar. Semoga bermanfaat. (kabarbanten.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.