DPRD Kota Bogor Garap Raperda Pelestarian Perlindungan Bahasa Sunda

by -
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. (Foto:Radar Bogor)

METROPOLITAN.id – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto angkat bicara terkait mencuatnya isu pengajuan pemecatan terhadap Kajati Jawa Barat oleh anggota DPR RI Arteria Dahlan karena menggunakan bahasa sunda dalam rapat.

Atang menyayangkan sikap Arteria Dahlan yang beberapa saat sebelumnya mendiskriminasi bahasa Sunda.

“Kita menyayangkan hal tersebut terjadi. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi semua, baik itu bagi yang bersangkutan, para politisi, pejabat publik, maupun semua pihak agar bisa menghormati seluruh nilai budaya lokal di negara Indonesia, suku apa pun itu,” kata Atang, Jumat (21/1).

Lebih lanjut, Atang juga mempertanyakan penggunaan bahasa Inggris yang tidak dipermasalahkan, padahal sering digunakan didalam rapat.

Baca Juga  Warga Kota Bogor Minim Edukasi Covid-19, Bima Arya Bakal Gandeng Dokter dan Tokoh Agama

Namun, ketika ada bahasa Sunda yang dipakai malah dipermasalahkan.

“Banyak juga yang memakai istilah bahasa Inggris saat rapat di DPRD atau DPR, kenapa yang memakai bahasa daerah di permasalahkan,” cetusnya.

Tak hanya sampai disitu, Atang menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor tidak akan tinggal diam karena saat ini legislator sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bogor tentang Pelestarian, Perlindungan dan Pembinaan Budaya serta Bahasa Sunda.

“Insyallah di Propemperda (Program Pembentukan Perda, red) tahun ini, kita akan bahas dan susun raperda tentang perlindungan bahasa sunda, ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kota Bogor untuk melestarikan budaya, salah satunya itu bahasa. Bahasa itu identitas sebuah bangsa maka harus di lindungi,” pungkasnya. (ryn)

Baca Juga  Via Instagram, Asnawi Minta Maaf Soal Insiden Terima Kasih di Piala AFF 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.