Giliran PAN Buka Pintu Lebar untuk Ridwan Kamil, Sudah Dianggap Keluarga Sendiri

by -
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Nama Gubernur Jawa Barat (Jabar) kian santer usai menyatakan kesiapannya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. sejumlah partai membuka pintu untuk putra daeah Jabar ini, terbaru Partai Amanat Nasional (PAN).

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyambut baik kesiapan Ridwan Kamil (RK) untuk maju di Pilpres 2024. Popularitas dan elektabilitasnya dinilai bisa menjadi modalnya dalam berkimprah di proses politik selanjutnya.

“Kang Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat di beberapa hasil lembaga survei memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup bagus untuk berkompetisi di Pilpres 2024. Ini menjadi modal untuk Kang Emil (sapaan karib Ridwan Kamil) untuk berkiprah dalam proses politik selanjutnya,” ujar Viva Yoga, Minggu (23/1).

Menurutnya, Ridwan Kamil dan PAN telah memiliki kedekatan hingga kecocokan visi-misi. PAN juga telah menganggap Ridwan Kamil seperti keluarga sendiri.

“Menurut saya Kang Emil itu rasanya at home jika berada di lingkungan PAN karena kita sudah anggap sebagai saudara sendiri”, ungkapnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Bima Arya, sebelumnya juga menyebut partainya melirik empat tokoh eksternal untuk pemilihan presiden 2024. Keempat tokoh itu hadir dalam Workshop Nasional PAN di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali awal pekan lalu.

Mereka adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bima mengungkapkan, partainya tertarik kepada keempat tokoh tersebut lantaran menduduki puncak hasil survei pilpres.

“Mereka yang diambil ini kan karena menduduki puncak survei-survei pilpres 2024,” ujar Bima, Sabtu, (9/10) lalu.

Wali Kota Bogor itu juga menyebut Ridwan Kamil mempunyai kans dalam Pilpres 2024 menggantikan Jokowi. Ridwan Kamil dianggapnya mampu mewakili Generasi X dalam memimpin Indonesia yang notabene pada 2024 diisi 50 persen generasi milenial dan Z usia kisaran 18 hingga 40 tahun.

“Jadi artinya lebih dari 50 persen adalah anak-anak muda dibawah 40 tahun, yang harus kita hitung dan harus kita siapkan karena mereka sekarang sedang mentas dan nanti demografi adalah panggung mereka,” kata Bima.

Atas dasar itu, Bima juga menginginkan agar Ridwan Kamil dapat memimpin Indonesia ke depan.

“Tahun 2024, insyaallah kita doakan Pak Gubernur sebagai salah satu representasi dari generasi X yang insyaallah akan memimpin bangsa Indonesia kedepan, yang saat ini kita doakan juga Pak Gubernur sukses mengemban amanah hingga di ujung nanti,” harapnya.

Sejauh ini, Bima mengaku PAN masih terbuka menjalin komunikasi dengan partai lain dalam menentukan calon yang tepat dalam pertarungan politik tersebut. Bima juga menyampaikan partai berlambang matahari putih itu memiliki tokoh internal yang dijagokan untuk Pilpres 2024, yakni ketua umumnya Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir yang saat ini masih mengisi kepemimpinan nasional.

“Tentu pada saatnya PAN akan menentukan, bisa salah satu dari mereka atau bahkan di luar dari mereka, masih panjang, ” ungkap Bima.

Dalam simulasi koalisi parpol yang dilakukan oleh lembaga Politika Research and Consulting (PRC), Ridwan Kamil menjadi tokoh yang paling diterima untuk menjadi calon presiden (capres) dalam semua poros koalisi parpol yang kemungkinan terbentuk pada Pilpres 2024.

Sebelumnya, survei simulasi yang dirilis lembaga Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) menempatkan paslangan Ganjar-Ridwan Kamil unggul elektabilitas 32,1 persen. Mengungguli Prabowo-Puan di posisi kedua dengan 25,7 persen, dan Anies-AHY 23,7 persen.

Berikut deretan partai politik yang memberikan sinyal dukungan untuk Ridwan Kamil:

1. PKB

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya membuka pintu lebar untuk Ridwan Kamil bergabung. Bagi PKB, prinsipnya pemikiran Ridwan Kamil searah dengan cita-cita PKB.

“Meskipun masih memikul amanat sebagai gubernur Jabar. Mangga, Kang, kalau mau gabung PKB, pintu PKB terbuka kok yang penting selaras dengan cita-cita dan aturan di PKB,” katanya dalam satu kesempatan.

Jazilul menyebutkan selama ini PKB Jawa Barat sudah membangun komunikasi yang intensif dengan Ridwan Kamil, bahkan sejak dia maju menjadi calon gubernur. Namun, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga dicalonkan untuk maju ke ajang pilpres. “janur kuning belum melengkung, silakan saja,” sambungnya.

2. PKS

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pernah menyebut partainya memiliki kedekatan dengan Ridwan Kamil. Soal dukungan untuk Ridwan Kamil. Mardani mengaku partainya selalu berkomunikasi dengan berbagai pihak.

yang jelas, PKS mengapresiasi keberanian Ridwan Kamil menyatakan secara terbuka maju ke pemilu presiden dan wakil presiden.

3. PAN

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga juga mengatakan partainya, khususnya Ketum PAN Zulkifli Hasan, dekat dengan Ridwan Kamil.

“Ketua Umum PAN, Bang Zulkifli Hasan dan Kang Emil adalah sohib dekat, teman dekat sejak lama. Makanya bagi PAN, Kang Emil kita anggap bukan orang lain, tetapi sudah menjadi saudara sendiri,” kata Viva.

PAN dan Ridwan Kamil sudah beberapa kali berdialog untuk membicarakan masa depan bangsa. Pemikiran Ridwan Kamil dianggap cocok dengan platform PAN.

“Makanya menurut saya, Kang Emil merasa at home bersama Bang Zul dan PAN,” ungkapnya.

Ridwan Kamil dianggapnya seorang tokoh yang memiliki elektabilitas baik dan berpotensi masuk radar utama menjelang pemilu presiden dan wakil presiden. Soal kepastian dukungan PAN, Viva akan diputuskan oleh ketua umum PAN melalui forum rakernas.

Karena dari hasil Rakernas 1 PAN Agustus 2021 lalu, memutuskan bahwa ketua umum PAN diberi kewenangan untuk menentukan langkah-langkah strategis di pilpres.

“Saat ini kita masih terus menjalin komunikasi persaudaraan dengan Kang Emil,” katanya.

4. PPP

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani dengan senang hati menyambut Ridwan Kamil jika bersedia bergabung ke PPP.

“PPP membuka pintu lebar untuk Kang Emil bergabung. Insya Allah kalau di PPP orang dengan kapasitas seperti Kang Emil akan langsung menjadi elit partai dan tidak banyak berkompetisi dengan kader-kader PPP lain,” kata Arsul.

Arsul memuji Ridwan Kamil sebagai seorang figur intelektual.

“Ini bisa dibandingkan dengan partai-partai lain yang orang-orang dengan background seperti itu sudah banyak sehingga harus terjadi kompetisi internal yang ketat lebih dulu untuk bisa tampil yang di depan dan menjadi ‘primus interpares,” katanya.

“RK pernah kami undang di Munas Alim Ulama PPP di Semarang 3 bulan lalu, artinya dia termasuk yang diamati PPP,” sambungnya.

Meski masuk radar pengamatan, Arsul mengatakan bahwa PPP suara dan kursinya jauh dari syarat minimal pencalonan. Tidak bisa menyatakan secara tegas untuk mencalonkan tokoh tertentu dalam Pilpres 2024.

“Maka ya tentu kami harus terus berkomunikasi dengan parpol-parpol lain untuk menjajaki koalisi Pilpres nanti,” katanya.

5. PDIP

Pengamat politik M Jamiludin Ritonga sempat menilai PDIP melirik Ridwan Kamil sebagai calonnya di Pilpres 2024. Penilaian pengamat politik dari Universitas Esa Unggul itu didasarkan pada lokasi dimana Ridwan Kamil menyatakan diri siap maju di Pilpres 2024, yakni saat di Bali.

Bali sendiri saat ini jadi basis massa suara PDI Perjuangan di ajang pemilu. Jamiluddin melihat, kemungkinan PDIP melirik Ridwan Kamil sebagai calon wakil presiden (cawapres), berduet dengan Puan Maharani sebagai capres.

“Ada kemungkinan Ridwan akan berduet dengan Puan Maharani. Hanya saja peluangnya untuk cawapresnya Puan,” ujarnya.

Menurutnya, deklarasi Ridwan Kamil di awal 2022 menguntungkan karena Gubernur Jabar itu punya waktu panjang untuk meningkatkan elektabilitas.

“Jadi, Ridwan Kamil akan melakukan kerja-kerja politik yang lebih intensif sehingga saat mendekati Pilpres 2024 elektabilitasnya sudah sesuai yang ditaregtkan. Hal itu berpeluang diperolehnya bila sejak awal menyatakan sebagai capres,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Karim Suryadi menilai keputusan Ridwan Kamil maju karena ada kans cukup kuat dalam kontestasi.

“Dalam survei capres yang digelar beberap lembaga, RK kerap masuk empat besar. Padahal RK masih fokus menjalankan tugas sebagai Gubernur Jabar. Inilah realitas politik yang sulit dihindari RK,” ujar Prof Karim pada media, Kamis (20/1).

Prof Karim mengatakan, ada tiga hal yang menjadi alasan Ridwan Kamil sulit mengelak dari realitas politik yang terjadi saat ini.

Pertama, nama Ridwan Kamil yang selalu muncul di papan atas survei berjalan dengan sendirinya. Padahal, Ridwan Kamil belum melakukan langkah-langkah khusus untuk mendongkrak popularitasnya.

“Ridwan Kamil boleh dibilang belum melakukan langkah khusus menuju pilpres, tapi potensi elektoralnya cukup signifikan. Buktinya meski belum masang baliho capres, tapi popularitasnya melampaui mereka yang sudah lama nongkrong di baliho,” kata Guru Besar UPI itu.

Kedua, kata dia, sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil punya modal elektoral yang nyata.

“Lebih-lebih keterwakilan masyarakat Jabar di tingkat nasional menjadi keprihatinan masyarakat Jabar umumnya,” terangnya.

Selain itu, ia mengnilai gubernur merupakan jabatan yang paling diterima publik menuju tangga capres. Sebab, apa yang menjadi tugasnya presiden juga menjadi tugasnya gubernur.

“Di antara para pejabat, gubernur adalah jalan paling lazim dan mudah diterima menuju tangga capres. Ini karena apa yang diurus presiden juga menjadi tugasnya gubernur. Jadi, dari sisi deposit politik, gubernur adalah bukti jaminan paling meyakinkan,” ujarnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.