Ibu Kota Pindah, Nasib DKI Jakarta Gimana?

by -

METROPOLITAN – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta agar penetapan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur tak serta merta melu­pakan nasib DKI Jakarta.

”Karena kita sudah memu­tuskan secara resmi ibu kota Indonesia kan pindah. Yang harus ditanyakan justru Ja­karta setelah ditinggal, jadi apa? Judulnya itu dia juga be­lum pernah dibahas,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam pernyataan resminya, kemarin. Soal pilihan kata Nusantara sebagai nama IKN dan desain ibu kota, Emil me­nyebut hal itu wewenang penuh dari presiden. Ia yang turut menjadi juri sayembara IKN menilai ibu kota selalu di­bangun berdasarkan sudut pandang dan keinginan seorang pemimpin negara. ”Desain ibu kota, desain itu subjektif ya. Jadi per hari ini presidennya suka dengan desain yang ada, kita apresiasi karena itu peris­tiwa bersejarah,” kata Emil.

Baca Juga  Kereta Jakarta-Jogja Cuma 25 Menit

Ia menyebut bagaimana So­ekarno menuangkan visi dan misinya ketika membangun Jakarta ketika itu. ”Jadi, Ja­karta hari ini, seleranya Bung Karno. Nggak perlu diperta­nyakan kenapa Istiqlal ben­tuknya begitu, Monas begitu, karena itu selera pemimpin pada zamannya,” katanya.

Mengenai rencana perpin­dahannya dan keputusan yang sudah ditetapkan dalam UU IKN harus diterima baik semua pihak. Emil berharap usai UU ini lahir, maka prioritas sela­njutnya adalah membahas nasib Jakarta ke depan. (de/ tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.