Ikan Mati Situ Citongtut Diserbu Warga Cicadas, DLH: Hasil Lab 14 Hari Lagi

by -

METROPOLITAN – Ratusan warga sekitar Situ Citongtut di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, turun ke lokasi untuk mengambil ikan yang mengambang akibat tercemar limbah perusahaan. Mereka menangkapnya dengan jaring yang dipasang bambu.

Kejadian pencemaran situ oleh perusahaan itu sudah berjalan satu minggu. Akan tetapi, belum ada perhatian khusus dari pemerintah ter­kait. Akibatnya, ribuan ikan di Situ Citongtut mengambang dan sebagian sudah ada yang mati. Banyak warga yang da­tang untuk mengambil ikan yang mabuk itu.

”Ya, saya ke sini untuk mengambil ikan yang mengambang di permukaan air. Daripada sayang mati, lebih baik diambil. Warga juga banyak kok yang datang untuk mengambil ikan di sini. Masing-masing meng­gunakan alat penangkap ikan,” ucap Daeng kepada Metro­politan, kemarin.

Baca Juga  Polda Jabar Turun Tangan Urus Situ Citongtut

Daeng yang sedang menang­kap ikan menggunakan jaring itu memaparkan, kejadian ini sudah lama. Dari kemarin ikan sudah banyak yang mati dan mengambang se­perti ini.

”Saya dari kemarin ngambil ikan di sini, tapi kalau kema­rin tidak seperti sekarang. Kalau sekarang terlihat pu­luhan ribu ikan mengambang dan sebagian sudah banyak yang mati. Terlihat airnya juga hitam pekat dengan bau menyengat,” paparnya.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sudah men­datangi Situ Citongtut untuk mengambil sampel.

Kepala Seksi Penegakan Perundang-undangan (Kasi Gakun) pada DLH Kabupaten Bogor, Dian Heru, menutur­kan, Situ Citongtut sudah tercemar kesekian kalinya. Ia sudah melakukan sidak dan memanggil beberapa perusahaan bersama tim dari TNI-Polri. Jika ada pe­rusahaan yang ketahuan membuang limbah dan ada saluran yang tidak semestinya, DLH Kabupaten Bogor akan menutupnya.

Baca Juga  Tiga Pabrik Terbukti Buang Limbah ke Situ Citongtut

”Ini kali kedua saya men­jabat Gakun, memang tahun kemarin bersamaan, tepat­nya Februari, kejadian se­perti ini terulang. Saya juga sudah memanggil beberapa perusahaan di Desa Cicadas bersama kepolisian dan TNI, tapi kenyataannya seperti ini terjadi lagi,” ujar Dian kepada Metropolitan, kema­rin.

Selanjutnya, Dyan meny­ampaikan, pihak DLH tidak mungkin bisa mengawasi setiap saat karena waktu kerja dibatasi. Namun, ia juga sudah meminta ban­tuan pada pengawas situ dan warga yang memancing. ”Dengan adanya kejadian seperti ini saya sudah mengambil sampel dari situ ini pada tanggal 17 kemarin dan akan diuji. Hasil labnya menunggu 14 hari,” ucapnya. (ags/jis/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.