Imbas Proyek Double Track di Stasiun Batutulis Bikin Akses Jalan Terputus? Ini Kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian

by -
Kondisi jalan di kawasan Stasiun Batutulis yang menghubungkan Jalan Batutulis dengan Cipaku-Pamoyanan. Pemkot-Dirjen Perkeretaapian masih gamang terkait jalan pengganti akses tersebut. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pembangunan double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi ditengarai hampir rampung bahkan dikabarkan segera ujicoba Maret mendatang.

Dampaknya, perubahan pada kawasan Stasiun Batutulis, termasuk jalan eksisting yang menghubungkan antara Jalan Batutulis ke arah Cipaku-Pamoyanan bakal hilang.

Hingga saat ini, belum diputuskan solusi dampak tersebut. Mulai dari usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membangun ramp, atau membangun Underpass untuk akses tersebut.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Erni Basri membenarkan bahwa ada usulan dari Pemkot Bogor tekait pembangunan ramp untuk akses pertemuan jalur kereta api dengan jalan raya di Stasiun Batutulis, yang menghubungkan Jalan Batutulis dengan Cipaku-Pamoyanan.

Hal itu, kata dia, merupakan salah satu pilihan konstruksi.

“Usulan Pembangunan Ramp oleh Pemkot Bogor terkait akses pertemuan jalur KA
dengan jalan raya di Stasiun Batutulis antara Istana Batutulis-Cipaku-Pamoyanan, itu
merupakan salah satu pilihan konstruksi,” katanya kepada Metropolitan.id, belum lama ini.

Baca Juga  Pemuda di Jonggol Kepergok Bongkar Makam Baru, Ini Hasil Penyelidikannya

Selain itu, sambung dia, ada beberapa opsi lain. Diantaranya membangun Underpass.

Tak hanya itu, ada juga opsi untuk memindahkan perlintasa sebidang eksisting.

“Selain itu, ada tipe Underpass, atau pemindahan Perlintasan Sebidang eksisting JPL 10, yang dapat dijadikan alternatif untuk
direkomendasikan sebagai bagian dari Penataan Stasiun Batutulis,” ujarnya.

Apapun nanti yang dipilih, kata Erni, Pemilihan konstruksi akan mempertimbangkan aspek-aspek penilaian waktu pelaksanaan, metode kerja, dampak konstruksi dan aspek-aspek penilaian lainnya.

Sebelumnya, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh menuturkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan stakeholder perkeretaapian masih melakukan pemetaan terkait akses jalan dari Jalan Batutulis ke arah Cipaku-Pamoyanan, yang nantinya membelah Stasiun Batutulis, setelah direvitalisasi dampak dari pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi.

“Sedang di mapping. Mulai dari pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan termasuk jalan ini. Jalan akses dari Jalan Batutulis ke arah Cipaku-Pamoyanan, karena ada perubahan di jalan eksisting,” katanya.

Baca Juga  Siapkan Kebijakan Pariwisata Baik

Pilihan atau opsi yang kini tengah digodok dan belum menemui kesepakatan, yakni pilihan membangun Underpass atau Fly Over untuk akses jalan dari Jalan Batutulis ke arah Cipaku-Pamoyanan, yang nantinya membelah Stasiun besar Batutulis.

“Apakah (dibangun) fly over atau Underpass, itu belum (diputuskan). Kita bersama Dirjen Perkeretaapian sedang mengkaji semua kemungkinan, semua plus minusnya, dengan kontur dan elevasi kawasan yang ada dan sebagainya. Sedang dikaji,” tegasnya.

Ia pun memastikan meskipun jalan lama akan ditutup demi perubahan bentuk Stasiun Batutulis, tetap akan ada akses jalan dari Jalan Batutulis menuju Cipaku-Pamoyanan dan sekitarnya.

“Harapannya bahwa bisa ‘membelah’ Stasiun Batutulis, stasiun besar ini nantinya. Tetap akan ada jalan, tidak terputus aksesnya. Namun sedang dipikir, underpass atau fly over,” tukas Hidayatulloh.

Baca Juga  Perumda BPR Sukabumi Gaet ASN jadi Nasabah

Terkait rencana ini, Pemkot Bogor juga sudah berkirim surat kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai pengelola transportasi se-Jabodetabek, terkait proses integrasi Batutulis dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan sekitarnya.

“Kita sudah berkirim surat ke BPTJ untuk proses integrasi Batutulis dengan kawasan TOD dan sekitarnya. Itu pertama,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rudi Mashudi.

“Kedua, sedang disinergikan dengan penyusunan detail tata ruang Bogor Selatan yang sedang disusun oleh (dinas) PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, red),” imbuhnya.

Menurutnya, ada harapan dari Pemkot Bogor agar pembangunan jalan tersebut bisa dibiayai pemerintah pusat karena proyek rel ganda masuk dalam program strategis nasional. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *