Kantor Kecamatan Bogor Utara Digeruduk Ratusan Orang, Ada Apa?

by -

METROPOLITAN.id – Ratusan orang menggeruduk kantor Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Rabu (26/1).

 

Mulai dari anak muda hingga orang tua mendatangi kantor yang berlokasi di Jalan Gagalur I, Kelurahan Tegalgundil itu.

 

Pantauan di lokasi, pintu masuk Kantor Kecamatan Bogor Utara sudah disesaki ratusan orang. Kedatangan warga sendiri sudah berlangsung sejak pagi hari.

 

Setelah mendatangi kantor Kecamatan Bogor Utara, ratusan warga ini berkerumun di depan pintu kantor berwarna putih tersebut.

 

Tak lama, satu persatu dari warga dipersilahkan masuk secara bergiliran oleh petugas kecamatan.

 

Namun, kedatangan ratusan warga ini bukan untuk melakukan aksi unjukrasa. Melainkan, para warga berdatangan untuk mengambil Kartu Kesehatan Sosial (KKS).

Baca Juga  Beberapa Hari Lagi PTM Terbatas Tingkat SMP di Kota Bogor Dilaksanakan, Tingkat SMA Masih Terkendala

 

“Sekarang ini sedang ada kegiatan penyaluran KKS untuk kategori perluasan bantuan pangan non tunai (BPNT), jadi ini warga baru yang mendapatkan bantuan dari Kemensos,” kata Kasi Kemas Kecamatan Bogor Utara, Agus Sapsilao, Rabu (26/1).

 

Menurutnya, untuk di Kecamatan Bogor Utara sendiri ada sebanyak 1.517 orang atau Kelurga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan KKS.

 

“Yang sekarang ini baru penyaluran kartunya, nanti setelah ada kartu KKS itu dilain kesempatan setelah ada pencairan BPNT mereka tinggal bawa kartunya untuk digesek di e-warung dan nanti dapat ditukerkan berupa sembako,” ucap dia.

 

Soal kerumunan yang terjadi dalam penyaluran KKS, dijelaskan Agus, sebenarnya pihaknya sudah membagi waktu penyaluran bagi setiap kelurahan dengan membatasi jam pembagiannya.

Baca Juga  Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Genjot Minat Investor

 

Akan tetapi, memang diakui kerumunan di luar kantor kecamatan tak bisa dihindari dengan jumlah KPM yang mencapai ribuan orang.

 

Meski begitu, dalam pembagian ini pihaknya tetap menekankan protokol kesehatan (prokes) kepada para KPM.

 

“Kita tetap memperhatikan Prokes. Warga yang datang harus pakai masker dan kita sediakan hand sanitizer untuk warga yang datang,” ujar Agus.

 

Sementara itu, seorang PKM, Andi mengaku rela antre untuk bisa menambah kebutuhan sehari-hari di rumahnya.

 

“Lumayan rame, (tapi) gak apa-apa, tentunya ini sangat membantu ya terutama untuk kami yang tidak punya pekerjaan tetap setelah pensiun, apalagi yang harus kita dapatkan,” katanya.

Baca Juga  Serapan Anggaran Kota Bogor Belum Maksimal, Semua OPD Bakal Dievaluasi

 

“Dengan bantuan dari pemerintah ini lah kita gunakan untuk menyambung hidup dan terima kasih untuk pemerintah,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.