KBM Kota Bogor Diundur

by -
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memutuskan mengundur kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayahnya pada Kamis (13/1) besok.

 

Musababnya, hari pertama semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang jatuh pada Senin (10/1) hari ini, digunakan sekolah-sekolah untuk membagikan raport murid.

 

“Hari pertama bagi raport. Kalau KBM kurang lebih dua atau tiga hari setelah bagi raport, paling telat Kamis (KBM dilaksanakan),” kata Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi, Senin (10/1).

 

Menurut Hanafi, nantinya setelah KBM dilaksanakan, hanya siswa kelas 3 sampai 6 SD sederajat dan siswa kelas 7 sampai 9 SMP sederajat yang diizinkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Baca Juga  Dualisme Kepemimpinan Sekolah At-Taufiq, Wali Murid Layangkan Surat Terbuka ke Bima Arya

 

Hal ini dilakukan sesuai keputusan Provinsi Jawa Barat, bahwa daerah yang berada di wilayah aglomerasi khususnya Kota Bogor, untuk kembali menggelar PTM 50 persen.

 

“Tadinya kita mau 100 persen, tapi kemarin karena DKI masuk ke level 2 dan gubernur menginstruksikan kembali ke 50 persen, akhirnya kita kembali ke 50 persen,” ucap Hanafi.

 

“Saya juga sudah membuat surat instruksi ke sekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMP untuk mengikuti anjuran gubernur itu,” sambungnya.

 

Ditambahkan Hanafi, pada pelaksanaan KBM nanti setiap sekolah harus mengikuti aturan SKB 4 menteri terbaru. Selain PTM hanya digelar 50 persen, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.

Baca Juga  Waduh, Netflix Cabut! Publik Nggak Bisa Lagi Akses Aplikasi dan Web

 

Diantaranya, tenaga pendidik harus sudah 100 persen di vaksin Covid-19, kantin masih tidak diperbolehkan buka, ekstrakurikuler dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes) serta jarak Prokes perlu diperketat.

 

“Ada beberapa perbedaan (SKB 4 Menteri) yang dulu dengan sekarang. Itu semua harus ditaati setiap sekolah,” beber Hanafi.

 

“Kalau dulu tenaga pendidik yang belum vaksin bisa ngajar di rumah, kalau sekarang yang belum vaksin mau ga mau harus sudah di vaksin, kalau ga mau itu kena sanksi,” tandasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.