Kehilangan Lahan Garapan, Puluhan Petani Sukabumi Jalan Kaki ke Kantor Jokowi

by -

METROPOLITAN.id – Puluhan petani asal Kabupaten Sukabumi menggelar aksi jalan kaki dari Pelabuhan Ratu menuju kantor Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta sejak Rabu (26/1).

 

Aksi ini dilakukan para petani dengan tujuan bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan keluh kesahnya atas kehilangan lahan garapan yang biasa digunakannya untuk bercocok tanam.

 

“Perjalanan kami dari Pelabuhan Ratu menuju Istana Negara di Jakarta tujuannya untuk bertemu bapak Presiden. Kami ingin menyampaikan keluh kesah para petani penggarap lahan eks HGU Tebar yang sudah habis HGU-nya semenjak tahun 2000 dan kemudian ada proses teks oper kepihak lain,” Ketua Koordinator sekaligus Ketua Umum Paguyuban Sosial Petani (Pasopati), Alansyah kepada wartawan, Kamis (27/1).

Baca Juga  Berapa Harga Paket Wisata Komplet Nonton MotoGP Mandalika? Ada Paket Hemat Lho, Cek Disini

 

“Kemudian kami sudah mendapatkan SPH (Surat Pelepasan Hak) seluas 292 hektare dan pada saat ini lahan itu di klaim secara sepihak oleh pihak swasta, pihak lain,” sambungnya saat beristirahat bersama para petani lain di Tugu Kujang, Kota Bogor.

 

Untuk itu, dilanjutkan Alansyah, pihaknya meminta Presiden Jokowi agar segera menyelesaikan persoalan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini. Karena, semua tahapan dan proses untuk mendapatkan kembali hak para petani bisa bercocok tanam sudah pihaknya tempuh.

 

“Nah untuk itu kami ingin menyampaikan kepada Presiden bahwa ada sesuatu yang perlu di selesaikan di Kabupaten Sukabumi karena memang semua proses sudah kami tempuh,” ucap dia.

Baca Juga  Airlangga Sebut Sulsel Sebagai Jangkar Golkar untuk Menang Mutlak di Indonesia Timur

 

“Ini juga bentuk kekecewaan kami kepada pihak DPRD Kabupaten Sukabumi yang tidak mengakomodir, kebetulan pada tanggal 4 Desember kami sudah menyampaikan dan melayangkan surat untuk meminta audiensi dan tidak ada jawaban,” lanjutnya.

 

Selama perjalanan menuju ke Jakarta, diakui Alansyah, pihaknya banyak mendapatkan intimidasi dari pihak-pihak tertentu untuk tidak melanjutkan perjalanan.

 

“Diperjalanan kami dapat tekanan-tekanan dari beberapa pihak untuk tidak melanjutkan perjalanan ini,” imbuh pria yang juha Ketua Umum Paguyuban Sosial Petani (Pasopati).

 

“Mereka merayu kami beralibi akan diselesaikan di daerah. Tetapi, kami tidak percaya itu, pasalnya sudah 11 tahun pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak ada tindakan. Giliran kami bergerak menuju Istana Negara, baru ada respon dari pemerintah,” sambungnya.

Baca Juga  Mengenal Ade Mustikiana Oktafiani, Kapten Timnas Putri Indonesia yang Pernah Seleksi di Jerman

 

Diketahui, kasus kehilangan lahan ini sendiri mencuat pada 2021 lalu, dimana warga telah mendapat lahan seluas 292 hektar. Dari jumlah tersebut, lahan seluas 65 hektare sudah mendapat legalitas berupa sertifikat prona atau PTSL.

 

Namun, akhirnya pihak perusahaan melakukan upaya penyerobotan lahan milik warga yang saat ini dialami seluruh warga disana.

 

Seluruh warga berharap, dengan adanya aksi jalan kali ini, Presiden Jokowi bisa merespons aksi para petani dari Kabupaten Sukabumi ini. Pihaknya mengaku hanya ingin mencari keadilan. Aksi jalan kaki dari Cisolok hingga Jakarta diperkirakan menempuh waktu selama tiga hari. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.