Lima Tahun Jadi Guru Honorer, PGRI Minta Langsung Diangkat Jadi ASN

by -

METROPOLITAN – Persa­tuan Guru Republik Indone­sia (PGRI) menyampaikan refleksi akhir tahun. Di an­tara yang mereka soroti ada­lah pengangkatan guru ho­norer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kategori Pega­wai Pemerintah dengan Per­janjian Kerja (PPPK). Reflek­si akhir tahun tersebut disam­paikan Ketua Umum Pengu­rus Besar PGRI, Unifah Ro­syidi.

Ia menyatakan, PGRI me­mahami kebijakan pemerin­tah dalam mengangkat guru honorer menjadi ASN-PPPK dihadapkan dengan keterba­tasan anggaran yang tersedia. Meskipun begitu, pola rekrut­men PPPK untuk guru hono­rer perlu diperbaiki. Di anta­ranya dengan memberikan kebijakan afirmasi 100 persen kepada Guru dan Tenaga Ke­pendidikan (GTK) honorer yang sudah mengabdi minimal lima tahun. “Artinya, guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi minimal lima tahun atau lebih otomatis menjadi PPPK,” tuturnya, Ka­mis (30/12).

Baca Juga  Anggota Komisi XI DPR RI Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR

Kebijakan afirmasi 100 per­sen ini sebagai bentuk peng­hargaan atas loyalitas guru dan tenaga kependidikan terhadap pendidikan di tanah air. Selain itu, Unifah juga meminta pemerintah tetap menempatkan guru honorer yang lolos PPPK di sekolah asal. Aturan ini penting supaya tidak mengganggu proses pembelajaran yang sudah berlangsung selama ini.

Selain itu, Unifah juga me­nyampaikan bahwa PGRI meminta pemerintah bisa menuntaskan rekrutmen guru honorer menjadi PPPK maksimal hingga 2023. Sela­njutnya rekrutmen guru di sekolah negeri harus melalui skema PNS atau PPPK. Se­hingga persoalan guru hono­rer tidak terulang.

Bahkan, sambung Unifah, pemerintah perlu membuka kembali rekrutmen PNS guru pada 2022 dan 2023. Seperti diketahui, tahun ini pemerin­tah hanya membuka lowong­an PPPK untuk formasi guru. (jp/feb/py)

Baca Juga  Ini Dia Tuntutan Guru Honorer di Sukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *