Mengenal Budaya Hingga Kopi Khas Puncak di Rumah Budaya HMA

by -
Rumah Budaya HMA kini beroperasi lagi dengan menyuguhkan hal yang berbeda.

METROPOLITAN.id – Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung kini memulai beroperasi lagi. Setelah sebelumnya selama dua tahun terakhir tak beraktifitas lantaran pandemi Covid-19.

Selain dinyamankan dengan alunan musik angklung, para wisatawan yang datang ke Rumah Budaya HMA, kini bisa melihat koleksi gallery lukisan buah dan baju adat 34 provinsi di Indonesia serta nyeclak atau minum kopi asli Kawasan Puncak.

“Rumah Budaya HMA tidak hanya memperkenalkan budaya Sunda, tetapi juga beberapa  budaya dari seluruh provinsi se Indonesia. Semoga wisatawan, sambil meminum kopi khas Puncak bisa terinspirasi hingga mencintai seni dan budaya nenek moyangnya,” kata pemilik Rumah Budaya HMA Halimah Munawir Anwar.

Baca Juga  Murah Meriah, Wisata Alam Dibidik Wisatawan

Tak hanya itu, di 2022 pihaknya akan berinovasi dengan menggandeng budayawan asal Kabupaten maupun Kota Bogor. Akan menggelar acara seren taun dan lain sebagainya.

“Rumah Budaya HMA juga merangkul budayawan Bogor agar menularkan ilmunya kepada anak-anak Desa Kuta maupun wisatawan, selain itu, kami akan menggelar upacara seren taun, pelatihan seni rupa, maupun kegiatan positif lainnya,” paparnya.

Halimah menuturkan dalam waktu dekat, dirinya akan meresmikan kafe Nyeclak Kopi Bogor, ia pun akan melibatkan selebgram agar Kopi Bogor semakin dikenal baik di tingkat nasiona maupun internasional.

“Beberapa selebgram akan saya undang dalam peresmian kafe Nyeclak Kopi Bogor, selain menikmati kopi, wisatawan juga bisa menikmati udara segar dan pemandangan pegunungan,”  ujarnya.

Baca Juga  Tempat Wisata Alam di Puncak Diserbu Pelancong dari Luar Bogor

Dalam pengelolaan Rumah Budaya HMA, Halimah mengaku melibatkan karang taruna Desa Kuta. Khususnya dalam pengelolaan kafe Nyeclak Kopi Bogor. Sehingga, selain melestarikan budaya, Rumah Budaya HMA juga berperan dalam menciptakan peluang kerja dan ikut meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Kuta.

“Tujuh tahun keberadaan Rumah Budaya HMA yang telah didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dewan Kesenian Kabupaten Bogor ini semoga terus bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi berharap dengan hadirnya Rumah Budaya HMA, selain bisa menjadi tempat pembelajaran seni dan budaya, juga bisa menjadi salah satu objek wisata yang menarik tentunya dengan terbentuknya Desa Wisata.

Baca Juga  Jalur Menuju Puncak Dialihkan saat Malam Tahun Baru

“Selain menjadi tempat pembelajaran seni dan budaya karena banyak seniman dan budayawan yang berkumpul di sana, saya mengharapkan dengan menggandeng Pemdes Kuta, Rumah Budaya HMA juga bisa ikut mengembangkan objek wisata alam yang ada hingga desa di Kawasan Puncak tersebut bisa menjadi salah satu desa wisata hingga banyak wisatawan yang bakal berkunjung ke sana,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.