Paksa Pemkot Bogor Pelototi Pembangunan Holywings, Ketua DPRD: Jangan Sampai Seperti di Kota Lain

by -

METROPOLITAN.id – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meminta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar melototi pembangunan Holywings yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

 

Musababnya, Ketua DPRD Kota Bogor meminta agar konsep usaha Holywings yang berlokasi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur itu jangan sampai sama seperti di kota-kota lainnya, yakni menjadi Tempat Hiburan Malam (THM).

 

“Harus diawasi dan dipastikan konsepnya jangan sampai sama seperti di kota lain (menjadi THM),” kata Atang, Minggu (9/1).

 

“Dan Pemkot harus menghentikan izin dan menutup tempat tersebut jika bentuknya tidak sesuai sebagaimana perizinan yang diajukan kepada DPTMPSP Kota Bogor, yaitu cafe dan restoran,” sambungnya.

 

Dijelaskan Atang, visi Kota Bogor adalah Kota Ramah Keluarga. Maka, segala bentuk kegiatan yang mengarah pada hiburan melanggar norma agama dan sosial tidak boleh dilegalisasi, seperti penjualan minuman keras (miras) dan tindakan asusila.

Baca Juga  PB Inspira : Intoleransi Merusak Sendi-sendi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

 

“Ini akan merusak nilai bermasyarakat kita. Dan merusak program Pemkot untuk mewujudkan Bogor Kota Ramah Keluarga,” ucap Ketua DPRD.

 

“Saya akan mendukung langkah tegas Walikota dan jajaran terkait penegakan Perda ini. Dan kami akan mengingatkan jika ke depan ternyata tidak ditegakkan Perda Nomor 1 tahun 2021 yang sudah sama-sama disepakati antara DPRD dan Pemkot Bogor,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya menggeruduk pembangunan Holywings yang berlokasi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Minggu (9/1).

 

Kedatangan Bima Arya diklaim sebagai respon karena Holywings akan segera beroperasi.

 

“Kami datang ke sini karena merespon informasi yang beredar bahwa Holywings sedang dibangun dan akan beroperasi,” kata Bima Arya usai meninjau pembangunan Holywings.

 

Dari hasil peninjauan yang dilakukan ke Holywings, Bima Arya dibuat kaget dengan konsep yang dibuat pihak pengelola Bogor. Sebab, konsep yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan Holywings yang ada di tempat-tempat lain.

Baca Juga  Sambil Ngopi, Harian Metropolitan Bedah Rencana Besar Program Dearah

 

“Ya saya lihat memang sama seperti konsep Holywings di tempat-tempat lain, walaupun saya belum pernah ke sana. Tapi saya pelajari lihat gambar, lihat videonya, ya ada tempat untuk menyimpan miras, ada stage perform,” ucapnya.

 

Atas temuan itu, Bima Arya mengingatkan pengelola Holywings agar mengikuti visi yang ada di Kota Bogor. Sebab, dari yang pihaknya amati selama ini, Holywings memiliki banyak sekali catatan dan persoalan.

 

“Karena itu apabila Holywings dibuka di Kota Bogor dan konsepnya sama seperti konsep yang ada di kota-kota lain, kami tidak akan mengizinkan Holywings beroperasi di Kota Bogor. Itu jelas, itu clear. Karena tidak sejalan dengan visi Kota Bogor. Tidak sejalan juga dengan karakter Kota Bogor,” ingatnya.

Baca Juga  Libur Nataru Semua Daerah 'Dipaksa' PPKM Level 3, Termasuk Kota Bogor, Bima Arya : Daripada Kebobolan

 

“Pemilik sudah menyanggupi, berjanji akan menyesuaikan itu. Jadi walaupun kami dengar akan beroperasi, tetapi saya minta tidak dulu dibuka sebelum kita pastikan konsepnya sesuai dengan karakter Kota Bogor. Kota yang religius, kota untuk keluarga. Jadi silakan menyesuaikan konsepnya,” ujar Bima Arya.

 

Pantauan Metropolitan.id, bangunan yang berlokasi di Jalan Pajajaran itu terlihat memang belum selesai 100 persen. Sejumlah pekerja juga terlihat masih bekerja baik di dalam maupun luar bangunan.

 

Sementara, di salah satu bangunan yang didatangi Bima Arya, terlihat konsep di dalam bangunan ada pelataran cukup luas yang dikelilingi kursi dengan bangunan berbentuk panggung. Bahkan, terpasang lighting cukup besar di atas bangunan seperti panggung itu.

 

Sedangkan, di bagian atas masih terlihat kosong tanpa ada barang apapun. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.