Panggil PDJT, Dewan Tagih Laporan Operasional Biskita Transpakuan

by -
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy. (Dok. Setwan DPRD Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Biskita Transpakuan berhenti beroperasi di Kota Bogor untuk sementara sejak 1Januari lalu. Menyusul keputusan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang akan mengevaluasi program Buy The Service (BTS).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor pun menagih laporan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) sebagai operator, selama Biskita Transpakuan ngaspal kurang lebih selama dua bulan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan waktu-waktu saat penyetopan operasional ini untuk melakukan evaluasi terhadap Biskita Transpakuan.

“Dengan berhenti beroperasinya Biskita, DPRD meminta kepada PDJT untuk menyampaikan laporan operasional Biskita Transpakuan,” katanya, Rabu (5/1/2022).

Ia menambahkan, laporan yang diminta bertujuan untuk melakukan kalkulasi biaya operasional Biskita Transpaakuan selama beroperasi.

Baca Juga  Bawa Pulang Medali, Pelatih hingga Atlet Bogor Terima Bonus

Sehingga saat nanti ditetapkan tarif, kata dia, sudah sesuai dengan kebutuhan operasional dan daya beli masyarakat di Kota Bogor. Plus, menghasilkan keuntungan pendapatan bagi PDJT.

“Jangan sampai nantinya Biskita Transpakuan malah jadi beban APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, red) karena tidak berbanding lurus antara pendapatan dan biaya perawatan. Ini harus diperhitungkan,” tegas politisi Golkar itu.

Selain laporan Biskita Transpakuan, Rusli menuturkan bahwa pihaknya juga akan meminta business plan dari direktur baru PDJT.

Rusli melihat ada potensi tambahan pendapatan dari kehadiran Biskita Transpakuan, selain dari penjualan tiket.

“Tentu (salah satunya) iklan bisa menjadi sumber pendapatan selain penjualan tiket. Pemasangan iklan di shelter dan bus itu harus dimaksimalkan. Namun tentunya harus sesuai dengan regulasi yang ada,” tandas Rusli.

Baca Juga  Jadi Orang Tua Asuh, Eddy Soeparno Pastikan Bantu Kebutuhan Sekolah Yatim Piatu Korban Covid-19 di Bogor

Disinggung soal penyetopan operasional Biskita Transpakuan yang dinilai dilakukan secara mendadak, Rusli meminta PDJT dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk lebih memperhatikan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab berdasarkan hasil pantauannya, beberapa hari setelah pemberhentian operasional Biskita Transpakuan ini masih banyak masyarakat yang menanti kehadiran Biskita di beberapa halte.

“Masalah sosialisasi dan informasi juga harus diperhatikan. Jangan sampai ini malah menjadi masalah di kemudian hari, yang membuat masyarakat enggan menggunakan Biskita Transpakuan saat sudah beroperasi lagi,” tuntas Rusli. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *