Pelipis Dan Dada Dihujam Pisau, Motor Disalip Berujung Cekcok Maut!

by -

Kamis, 13 Januari 2022, jadi hari nahas bagi Andri Supriyadi. Gara-gara perkara sepele, Andri dihujam pisau belati di Jalan Raya Cibanteng.

PAGI itu, pukul 09:30 WIB, warga berkerumun di depan warung kelontong yang ada di pinggir Jalan Cibanteng Babengjet, Desa Cibanteng, Ciampea, Kabupaten Bogor. Tubuh Andri tergeletak di pinggir jalan, dengan wajah berlumur darah. Begitu juga dengan badannya.

Andri sempat sadar saat di­temukan warga tak berdaya. Ia meringis menahan kesakitan usai dihujam pisau belati oleh pengendara motor yang sebe­lumnya bersenggolan.

Adalah Fachrul Rozi, pelaku penusukan terhadap Andri akibat senggolan di jalanan. Rozi yang gelap mata tega menusuk pelipis korban. Tak sampai di situ, pisau yang dibawa Rozi di jok motornya juga ia arahkan ke bagian dada Andri hingga nyawanya tidak tertolong.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar mengejar pela­ku dan berhasil menangkap­nya. Panik dikejar warga, pelaku kemudian membuang barang bukti berupa sebilah pisau ke arah warung kelon­tong.

”Saat di lokasi kejadian, ke­dua pengendara sempat adu mulut, dan salah satunya mengeluarkan pisau lalu me­nusukkan ke korban pada bagian pelipis kiri dan dada hingga berlumur darah,” kata Rohmat (38), saksi mata.

Rohman menuturkan, pela­ku secara tiba-tiba melakukan penusukan setelah sebelum­nya diketahui pelaku menyalip kendaraan korban dan dike­jar korban hingga keduanya berhenti di lokasi kejadian. Hal itu pun diamini Kapolsek Ciampea Kompol Beben Su­santo.

”Awal mulanya korban dari arah Kota Bogor menuju Leu­wiliang untuk menemui istri­nya di Tegalwaru, Kecamatan Ciampea. Pelaku dari arah bersamaan, saat di jalan, ber­senggolan dengan korban hingga keduanya terjadi cek­cok,” kata Beben Susanto ke­pada wartawan.

Beben membeberkan, adu mulut antara pelaku dan kor­ban semakin tak terkendali. Korban sempat memukul pelaku menggunakan helm. Tak terima dipukul, pelaku kemudian mengambil pisau yang ada di bawah jok mo­tornya (bagasi, red).

”Tersangka kemudian mela­kukan pemukulan dengan tangan kosong. Tersangka kemudian turun dari sepeda motornya, kemudian ter­sangka mengambil senjata tajam berupa pisau yang di­simpan di bawah jok sepeda motor,” beber Beben.

”Tersangka menusukkan senjata tajam tersebut ke­pada korban yang mengenai kepala samping (pelipis, red), kemudian bagian dada,” tam­bahnya.

Beben mengatakan, warga yang melihat penganiayaan itu langsung mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil dia­mankan. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Ciampea.

Beben menambahkan, kor­ban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Dramaga. Namun, nyawanya tidak terselamatkan lantaran kehabisan darah.

Ia menegaskan pelaku kini sudah ditahan di Polsek Ci­ampea dan ditetapkan seba­gai tersangka. Ia dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

”Barang siapa dengan senga­ja menghilangkan nyawa orang lain karena pembunuhan, di­ancam dengan pidana penja­ra selama-lamanya 15 tahun,” tegas Beben. (ads/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *