Pembangunan Sekolah Satu Atap Dilanjut, Pemkot Bogor Anggarkan Rp10 M

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor be­rambisi membangun sekolah baru, yakni Sekolah Satu Atap (Satap) SD dan SMP di Kelu­rahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal.

Pembangunan Sekolah Satu Atap sendiri menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai penunjang fasilitas pendidikan.

Pembangunan dimulai sejak 2020 dengan biaya Rp5 mi­liar dari APBD Kota Bogor untuk membangun pondasi infrastruktur yang dibangun di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) Perumahan Taman Griya Kencana. Lalu, peker­jaan kembali dilanjut pada 2021 dengan alokasi dana Rp10 miliar untuk pembangunan struktur dari bangunan empat lantai tersebut.

Tahun ini, Pemkot Bogor kembali melanjutkan proyek Sekolah Satu Atap dengan menyiapkan anggaran Rp9,6 miliar untuk pekerjaan finis­hing ruang kelas dan penye­lesaian akhir lainnya. “Satap itu salah satu yang jadi prio­ritas pembangunan tahun ini. Yakni melanjutkan proyek yang memasuki tahap ketiga ini,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bo­gor, Dani Rahadian, kepada awak media, belum lama ini.

Baca Juga  Anggota Geng SBYM Bogor Diringkus

Dani menuturkan, kelanju­tan pembangunan tahap ke­tiga ini disiapkan anggaran Rp9,6 miliar untuk finishing ruang kelas dan lainnya. “Ter­masuk tahun ini direncanakan untuk kelistrikan dan struktur. Untuk fisik finishing ruang kelas itu Rp9,6 miliar. Lalu untuk ATK (Alat Tulis Kantor, red) dan lainnya di Satap SD dan SMP itu ya sekitar Rp400 juta. Jadi total (tahun ini) di­alokasikan Rp10 miliar lah,” jelas Dani.

Ia menambahkan, proyek dimulai pada 2020 yang meli­puti pengerjaan fisik tahap satu atau pondasi dengan biaya Rp5 miliar. Lalu, tahap kedua untuk pembangunan struktur empat lantai dise­diakan anggaran Rp10 miliar. Secara umum Disdik juga tak luput dari refocusing angga­ran terkait Covid-19. Yakni pada sektor anggaran pembangunan sarana pra­sarana (sarpras) pendidikan. “Awalnya total keseluruhan itu Rp35 miliar. Tapi kena re­focusing lagi sekitar Rp7 mi­liar. Untuk Satap tetap ada karena jadi program prioritas pimpinan,” tuturnya.

Baca Juga  Tingkatkan Angka Rata-rata Lama Sekolah, Ini 9 Rekomendasi TPPS

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bo­gor, Hanafi, mengaku sudah meninjau proyek ‘cicilan’ Sekolah Satu Atap di Kencana itu.

Ia menilai hasil pekerjaan sejauh ini secara konstruksi sudah bagus. Sehingga ia meyakini bahwa bangunan Sekolah Satu Atap akan men­jadi salah satu sekolah terbaik di Kota Bogor. “Saya sudah cek, semuanya bagus dan diharapkan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masa­lah kekurangan sekolah di Kota Bogor,” tuntasnya. (ryn/ mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.