Pemkab Bogor Punya Perbup Angkutan Barang, Siap-siap Truk Tambang Nakal Bakal Ditilang

by -
Ilustrasi (dok Diskominfo)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor rupanya mulai serius mengatasi peroalan truk tambang yang kerap menjadi biang permasalahan di beberapa wilayah.

Bahkan Bupati Bogor, Ade Yasin meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, menyosialisasikan secara masif Peraturan Bupati (Perbup) tentang pembatasan waktu operasional truk tambang. Sehingga peroalan truk tambang yang banyak merugikan masyarakat cepat selesai.

“Segera mungkin lakukan sosialisasi bersama asosiasi dan perusahaan. Agar Perbup ini bisa langsung di laksanakan,” kata dia.

Menurutnya, aturan mengenai pembatasan jam operasional angkutan barang khusus tambang itu tidak hanya berlaku di wilayah barat dan utara yang banyak terdapat lokasi pertambangan, melainkan juga di seluruh wilayah.

Baca Juga  Cegah Penyelewengan, Pemkab Bogor Bakal Revisi Lagi Perbup Samisade

Selain itu, Ade Yasin juga meminta kepada jajaran Muspika di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor agar tidak ragu menindak truk tambang yang melintas di luar jam operasional yang sudah ditentukan, yakni pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Perbup nomor 120 tahun 2021 tentang pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang pada ruas jalan di wilayah Kabupaten Bogor berlaku efektif mulai 1 Januari 2022 meski peraturannya telah ia tetapkan pada 29 Desember 2021.

“Waktu operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang pada pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB,” kata Ade Yasin.

Pembatasan waktu operasional tersebut berlaku bagi semua kendaraan angkutan barang khusus pertambangan seperti tanah, pasir, batu, atau gamping/batu kapur.

Baca Juga  Truk Tambang Masih Bandel, Warga Minta Dishub Tegas

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengaku pihaknya siap menindak tegas sopir-sopir truk yang melanggar. Namun sambil Pemkab Bogor melakukan sosialisasi, pihaknya akan memutar truk-truk yang melanggar.

“Ketika sudah di sosialisasikan baru kita tindak dengan penilangan, sekarang masih di sosialisasi perbupnya,” paparnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *