Penelitian Perguruan Tinggi Dapat Pendanaan dari Kemendikbud

by -

METROPOLITAN – Direk­torat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemen­dikbudristek melalui Direk­torat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat mem­buka penerimaan proposal pendanaan program peneli­tian dan pengabdian masy­arakat tahun anggaran 2022.

Program pendanaan ini dit­ujukan bagi perguruan tinggi sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan dan tek­nologi agar dapat meningkat­kan riset dan inovasinya demi mendorong pembangunan nasional. Adapun ini dilaku­kan untuk pendanaan pene­litian pada Program Compe­titive Fund dan Matching Fund.

Competitive Fund merupa­kan program kompetisi pe­nelitian Kampus Merdeka bagi Perguruan Tinggi Ne­geri (PTN) maupun Pergu­ruan Tinggi Swasta (PTS). Sementara Program Matching Fund melakukan hilirisasi penelitian kerja sama antara perguruan tinggi dengan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Lari 15 Menit Bisa Kurangi Depresi

Plt Direktur Riset, Tekno­logi dan Pengabdian Masy­arakat, Teuku Faisal Fathani, menuturkan, dalam peneri­maan proposal penelitian ada lima bidang utama yang di­fokuskan. Mulai dari Green Economy, Blue Economy, Digital Economy, Pariwisata dan Kemandirian Kesehatan. “Sedangkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat akan difokuskan terkait teknologi tepat guna dan Science, Tech­nology, Engineering and Mat­hematics (STEM),” jelasnya, Minggu (23/1).

Adapun linimasa untuk program penelitian dan peng­abdian masyarakat akan di­mulai dari pengunggahan proposal pada 25 Januari-10 Februari 2022. Proses se­leksi akan dilaksanakan sam­pai akhir Februari dan diha­rapkan awal Maret dapat dilanjutkan pengumuman proposal yang didanai be­serta kontraknya. “Pelaks­anaan kegiatan nantinya akan dilakukan pada Maret hing­ga Desember dan terdapat laporan akhir pada Desember,” ungkapnya.

Baca Juga  Akibat Kurang Tidur Bisa Bikin Seseorang Tidak Punya Teman

Terdapat dua seleksi propo­sal, yakni seleksi adminis­trasi dan substansi. Selanjut­nya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penelitian multi tahun (la­njutan) secara ketat dengan memvalidasi kuota dan rekam jejak. “Jadi dapat dipilih pe­nelitian mana yang dapat berlanjut dan besaran dana yang akan dikelola,” tandas Faisal. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.