Polisi Bantah Kota Bogor Masuk Lima Kota Termacet di Indonesia

by -

METROPOLITAN.id – Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria membantah hasil penelitian yang menyebutkan Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia.

 

Musababnya, dijelaskan Kompol Galih, berdasarkan hasil data dari tahun 2021 sampai 2022 yang dimilikinya, tidak ada nama Kota atau Kabupaten Bogor di lima kota termacet di Indonesia.

 

“Jadi pertama saya berpikir itu (hasil penelitian) bisa jadi (yang dimaksud wilayah termacet) Kabupaten Bogor,” kata Kompol Galih, Rabu (12/1).

 

“Kedua, baik dari data 2021-2022 bahwa ada 10 kota termacet di Indonesia, 5 besarnya itu tidak ada Kabupaten atau Kota Bogor, jadi kalau Kota Bogor dinyatakan sebagai kota termacet pertama, saya kira bukan seperti itu,” sambungnya.

 

Kemudian, dijelaskan Kompol Galih, berdasarkan hasil penelitian Inrix yang disampaikan kepada pihaknya, baik Kota dan Kabupaten Bogor tidak termasuk dari lima kota yang trafiknya paling tinggi sehingga menyebabkan kemacetan. Melainkan daerah lain seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, Malang dan Yogyakarta.

Baca Juga  Dianggap Belum Maksimal, Perumda di Kota Bogor Diminta Lebih Kerja Keras Perah Pendapatan

 

“Jadi baik Kota dan Kabupaten Bogor tidak termasuk dalam lima besar tersebut,” ucap pria yang baru saja diangkat menjadi Kompol itu.

 

Akan tetapi, diakui Kompol Galih, memang saat ini ada peningkatan volume kendaraan yang terjadi di wilayah Kota Bogor pada saat weekend atau Sabtu dan Minggu. Peningkatan volume terjadi karena banyak masyarakat yang hendak berwisata kuliner dan menginap di Kota Bogor.

 

Atas hal tersebut, pihaknya akan menerapkan kebijakan program ganjil genap pada saat weekend, khususnya Sabtu dan Minggu, untuk mengurai peningkatan volume kendaraan di Kota Bogor.

 

“Sesuai perintah dari bapak Kapolresta, bahwa terhitung minggu ini weekend khususnya di Sabtu dan Minggu kita akan mulai lagi untuk dilaksanakannya ganjil genap,” imbuhnya.

Baca Juga  Bima Arya Gaungkan Kembali Konsep Terminal Batas Kota, Ngarep Lepas dari Kota Termacet di Indonesia

 

Adapun, dilanjutkan Kompol Galih, sesuai konsep yang disampaikan Kapolresta Bogor Kota, bahwa sistem ganjil genap ini merupakan gerakan pendisiplinan masyarakat secara umum dengan menahan diri satu hari tidak keluar rumah.

 

“Artinya bahwa upaya-upaya ini adalah upaya yang betul-betul sangat baik, memberikan efek yg baik dari segi sisi pribadi maupun penularan virus covid itu sendiri,” beber dia.

 

“Semoga Kota Bogor khususnya dapat terkendali, sekalipun laju pertumbuhan penduduk tetap meningkat,” lanjutnya.

 

Meski, diyakini Kompol Galih, sampai saat ini secara keseluruhan lalu lintas Kota Bogor, dalam hal ini kepentingan masyarakat untuk berpindah dari satu titik ke titik lain berjalan dengan lancar dan baik.

Baca Juga  138 Peserta Jadi Juara Lomba MTQ ke-40 Kota Bogor, 46 Peserta Disiapkan Lanjut ke MTQ Jabar 2022

 

“Semoga masih bisa dikendalikan sehingga dengan mudahnya orang berpindah maka kebutuhan akan dipenuhi dan ekonomi juga akan mulai meningkat,” tandasnya.

 

Diketahui, Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix.

 

Kota Bogor menjadi kota kelima di Indonesia yang mendapat predikat kota termacet. Setelah Kota Surabaya di peringkat pertama, diikuti DKI Jakarta, Denpasar dan Malang. Sedangkan tingkat dunia, Kota Bogor ada di posisi 821 kota termacet seantero bumi. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.