Polisi Bongkar Home Industri Obat Ilegal di Cibinong

by -
Polisi bongkar home industri obat-obatan ilegal di Ruko LMC Cibinong.

METROPOLITAN.id – Jajaran kepolisian dari Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Barat dan Polres Bogor, berhasil mengungkap juga mengamankan jutaan butir obat ilegal di salah satu ruko Lampu Merah Cikaret (LMC), Kelurahan Paburan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (25/1).

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Jayadi menuturkan, pengungkapan obat-obatan ilegal tersebut merupakan hasil dari proses penyelidikan hasil pengembangan aduam dari masyarakat sekitar.

“Dari penyelidikan yang kami lakukan,
ruko ini dijadikan sebagai tempat produksi obat-obatan ilegal. Kami berhasil mengamankan beberapa barang bukti, tidak hanya obat melainkan juga bahan baku serta alat-alat lain yang digunakan untuk pembuatan obat ilegal,” tutur Jayadi.

Baca Juga  Polisi Ringkus Pejudi Game Ludo Rp13.000

Jayadi menjelaskan pihaknya telah berhasil mengamankan kurang lebih satu juta butir tablet putih yang tersimpan dalam lemari di ruko, lalu satu kardus berisikan tablet putih berlogo AM sebanyak 40 butir, dua buah mobil box berisikan serbuk putih dan kuning, serta beberapa barang bukti lainnya.

“Dari kasus ini kami telah menetapkan tiga tersangka. Yakni IW, WD dan YN. Mereka adalah pemilik, pekerja, dan teknisi yang mengoperasionalkan,” terang Jayadi.

Berdasarkan keterangan para pelaku, Jayadi menjelaskan bahwa produksi obat-obatan ilegal ini sudah berjalan sekitar satu atau dua bulan lalu. Dari hasil produksi tersebut, obat-obatan tersebut akan diedarkan di wilayah Jabodetabek.

“Para tersangka kami jerat dengan
hukuman sesuai dengan Pasal 196-197 Undang-undang kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Yaitu memproduksi, mengedarkan, sediaan farmasi tanpa izin edar,” tegasnya.

Baca Juga  Sembunyikan Sabu di Keset Kamar Mandi, Supir Angkot di Bogor Diciduk Polisi

Jayadi pun membuka kemungkinan untuk menetapkan tersangka lain dalam kasus tersebut. Jika pada proses penyelidikan ditemukan barang bukti yang memberatkan.

“Sementara kan ada tiga sebagai tersangka, 8 orang lainnya masih sebagai saksi. Tapi kalau saat penyelidikan ada bukti lain, maka status saksi bisa ditingkatkan jadi tersangka,” tandas Jayadi. (far/b/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.