Polisi Buru Bos Besar Pinjol Ilegal PIK 2

by -

METROPOLITAN – Polisi akan mengusut pihak yang menyuplai dana alias investor untuk perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang digerebek di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Rabu (26/1) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan dari manajer dan pegawai yang diamankan saat penggerebekan.

Polisi nantinya akan mengembangkan keterangan mereka untuk mengetahui investor atau penyuplai dana pada perusahaan pinjol ilegal tersebut.

”Kami ambil keterangan, ke­mudian kami akan kembang­kan dari mana suplai dana yang diperoleh daripada kegiatan pinjol ini,” ujar Zulpan dalam keterangannya, kemarin.

Sebelumnya, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan perusahaan pinjaman online (pinjol) ile­gal di PIK 2, Jakarta Utara, Rabu (26/1). ”Hari ini kami mengamankan satu manajer yang bertanggung jawab serta 98 karyawan,” katanya.

Baca Juga  Gegara Pinjol, Nafa Urbach Diancam Dibunuh

Zulpan membeberkan, seluruh pegawai yang diaman­kan bertugas mengoperasio­nalkan 14 pinjol ilegal. ”Ke­mudian mereka ini tugasnya terbagi dua. Pertama sebagai tim reminder sebanyak 48 orang,” paparnya. Sebanyak 48 orang ini bertugas meng­ingatkan peminjam satu-dua hari sebelum jatuh tempo. ”Sisanya tim untuk menging­atkan atas keterlambatan para peminjam,” ungkapnya.

Lalu, ada tim yang bertugas untuk mengingatkan dari hari pertama sampai tujuh hari awal keterlambatan pem­bayaran. ”Kemudian tim yang bertugas mengingatkan pada 8-15 hari berikutnya, 16-30 hari hingga 31-60 hari jatuh tempo,” katanya.

Atas perbuatannya, seluruh pelaku pinjol ilegal akan di­jerat Pasal UU ITE kedua UU Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 8 Tahun 99 khus­usnya Pasal 62. ”Para pelaku pinjol ini bisa dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. (tob/suf/ py)

Baca Juga  Sekda Depok Imbau Rekam Data Pemilih Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published.