Studi: Peserta Didik Kehilangan Masa Pembelajaran 1,3 Tahun

by -

METROPOLITAN – Di masa pemulihan pandemi Covid-19, pemerintah mela­lui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tek­nologi (Kemendikbudristek) mendorong sekolah kem­bali melaksanakan Pembe­lajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh pada Januari ini.

Pelaksanaan PTM dilakukan bukan hanya memikirkan sisi pendidikan, tapi juga kesehatan. Oleh karena itu, Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri hadir dengan berbagai masukan dari berbagai elemen masy­arakat. Apa yang ditetapkan dalam SKB tersebut mengik­uti kaidah-kaidah tidak hanya pendidikan, tapi juga kese­hatan.

“SKB ini juga membuat ber­bagai penyesuaian SKB yang kita siapkan sebelumnya. SKB yang sekarang lebih rinci, tapi tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan,” terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbudristek, Suharti.

Baca Juga  Sekolah Alam Terapkan 3 Pilar Pembelajaran

Tak hanya itu, keputusan ini juga diambil untuk me­minimalisasi munculnya persoalan pendidikan. Dalam studi yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan bahwa penurunan kemampuan siswa yang terjadi selama periode pandemi mencapai sampai 0,8 sampai 1,3 tahun pembelajaran. Angka tersebut sangat besar. Sebab, hanya pandemi yang baru hampir menyentuh 2 tahun di Indo­nesia, namun dampak kehi­langan kesempatan belajar mencapai lebih dari 1 tahun.

Selain itu, hasil studi lain menunjukkan kesenjangan pembelajaran antara anak-anak dari kelompok keluarga kaya dengan keluarga misk­in, yakni meningkat 10 persen. Untuk mereka dari kelompok mampu, sumber daya yang dimiliki memungkinkan me­reka belajar dari rumah atau bimbingan belajar.

“Sementara keluarga tidak mampu, keluarga-keluarga miskin, mereka mempunyai keterbatasan dalam meny­ediakan sumber daya me­reka sendiri juga, umumnya tidak cukup pendidikannya, sehingga tidak bisa membe­rikan bimbingan sebaik me­reka dari kelompok mampu,” ungkapnya.

Baca Juga  Asyik, Senin-Kamis Sekolah Ibu Digelar

Meski masih masa PTM yang tidak normal, jika dibanding­kan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tentu beban pada anak, guru dan orang tua tidak begitu besar. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *