Sudah Enak Gratisan, Biskita Disetop Dadakan

by -

Baru mengaspal dua bulan, Biskita Trans Pakuan besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui program Buy The Service (BTS), berhenti beroperasi terhitung mulai Sabtu (1/1/2022) hingga waktu yang belum ditentukan.

DALAM surat pemberita­huan dengan stempel Peru­sahaan Daerah Jasa Trans­portasi (PDJT) Kota Bogor per 31 Desember 2021 lalu, ter­tulis: “Sehubungan dengan instruksi dan pemberitahuan dari BPTJ Kemenhub RI pada Jumat, 31 Desember 2021, dalam evaluasi layanan BTS seluruh Indonesia oleh BPTJ, maka program BTS di seluruh Indonesia dihentikan semen­tara mulai 1 Januari 2022 sampai proses evaluasi sele­sai”.

Saat dikonfirmasi, Direktur PDJT Kota Bogor Lies Per­mana Lestari membenarkan pemberitahuan tersebut. Ia mengatakan bahwa keputusan pemerintah pusat itu berlaku untuk program BTS yang se­dang berjalan di seluruh dae­rah se-Indonesia.

Ia menambahkan, kebijakan itu dilakukan hanya untuk sementara, sampai proses evaluasi selesai. Namun, Lies belum bisa memastikan be­rapa lama waktu evaluasi dilakukan. Termasuk saat ditanya apakah kebijakan itu berpengaruh terhadap penda­patan para sopir, ia belum memberi jawaban pasti.

“Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) ini berlaku untuk program BTS seluruh Indonesia. Untuk se­mentara saja kok,” singkatnya kepada awak media, Sabtu (1/1).

Lies berharap program BTS di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, bisa kembali ber­jalan normal.

“Doakan saja bisa segera mulai beroperasi kembali,” imbuh Lies.

Baca Juga  Seminggu Beroperasi, Biskita Sudah Angkut 10.977 Penumpang

Sementara itu, salah seorang sopir Biskita Trans Pakuan yang enggan disebutkan na­manya, juga membenarkan bahwa para sopir dalam pro­gram BTS diliburkan secara nasional. Alasannya karena ada evaluasi hingga proses servis kendaraan.

Ia sendiri belum mengetahui sampai kapan bakal diliburkan. Sebab, aturan sendiri disebut turun dari kementerian.

“Iya betul, diliburkan sena­sional. Katanya ada evaluasi. Aturannya dari kementerian. Kita sih nggak apa-apa dili­burkan, kalau gaji tetap mah. Tapi kita sendiri belum tahu, kalau diliburkan begini, gaji kita bagaimana,” ujarnya.

Kekecewaan juga dirasakan penumpang Biskita. Warga Villa Bogor menyesalkan ada­nya penyetopan pelayanan bus yang terkesan mendadak. Apalagi, selama ini kehadiran Biskita dirasakan manfaatnya untuk warga.

“Ya kita sudah enak naik Biskita. Nyaman, gratis lagi. Malah disetop,” katanya dengan nada kecewa.

Ia berharap Pemkot Bogor bisa kembali mengoperasikan­nya demi kepentingan publik.

“Kasihan kan. Ini kayak lagi sayang-sayangnya malah di­tinggal,” ujarnya.

Rasa kecewa juga diutarakan Wali Kota Bogor Bima Arya. Orang nomor satu di Kota Bogor itu bahkan menyentil Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat lantaran memberhentikan operasional Biskita Trans Pakuan yang masuk program BTS secara mendadak per Sabtu (1/1).

Musababnya, Bima Arya yang juga Ketua Asosiasi Pemerin­tah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu menilai pember­hentian program BTS secara mendadak di seluruh Indo­nesia itu telah merugikan konsumen, termasuk pemkot.

“Tapi tentu karena ini ter­jadi sangat mendadak dan merugikan konsumen, ter­masuk pemkot,” kata Bima Arya saat memberikan kete­rangan pers terkait operasio­nal Biskita Trans Pakuan Bogor di Halte Cidangiang, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (2/1).

Baca Juga  Trayek Biskita Ditambah Sampai Ciawi, 186 Angkot Dipaksa ‘Pensiun’

“Karena itu, saya mewakili seluruh kota di Indonesia yang saat ini juga kaget dengan kebijakan yang sangat cepat dan tidak bisa diantisipasi, kami memberikan catatan khusus agar Dirjen Perhu­bungan Darat memperbaiki proses perencanaan ini. Dan kami juga sangat menyesalkan mengapa hal ini terjadi se­cara mendadak,” sambungnya.

Di sisi lain, Bima Arya menga­kui, memang pada akhir 2021, BPTJ sempat menyampaikan wacana bahwa nanti akan ada masa jeda operasi program BTS karena akan ada peru­bahan dari lelang umum menjadi e-katalog.

Namun, saat itu pihaknya hanya mendapatkan infor­masi pelaksanaannya akan dilakukan sekitar Januari atau Februari. Sementara, kebija­kan itu mulai berlaku pada awal 2022.

Belum lagi, hingga kini ia belum menerima surat resmi dari BPTJ. Surat itu hanya dilayangkan kepada operator, dalam hal ini PDJT yang meng­informasikan kepada pihaknya bahwa alasan dihentikan ka­rena adanya pergantian dari sistem lelang umum menuju e-katalog yang memerlukan waktu.

“Ya kami terus terang kaget, karena kami tidak menganti­sipasi sebelumnya. Yang kami antisipasi di Februari dan itu pun akan kita sosialisasikan, dan kita antisipasi secara ber­tahap,” ucap Bima Arya.

“Tapi kami ke depan tetap optimis bahwa Biskita Trans Pakuan ini akan kembali mengaspal setelah proses evaluasi dan kemudian proses e-katalog ini tuntas dalam waktu satu bulan dari seka­rang,” lanjutnya.

Baca Juga  Klaim Biskita Trans Pakuan Diminati Warga, Bima bakal Operasikan Tiga Koridor Baru

Disinggung bagaimana dengan pelayanan transpor­tasi bagi masyarakat selama operasional Biskita Trans Pakuan dihentikan, Bima Arya mengaku dalam satu bulan ini pihaknya akan terus ber­komunikasi dengan BPTJ, sambil menyosialisasikan kepada pelanggan atas kebi­jakan tersebut.

“Termasuk kita juga akan mengusulkan opsi lain, yaitu dana talangan. Apabila atu­rannya memungkinkan dan ada lampu hijau dari BPTJ, maka Biskita Trans Pakuan ini kembali akan mengaspal dalam waktu dekat. Besok kita akan surati BPTJ,” imbuh Bima Arya.

Soal apakah tidak mencoba menyediakan penyediaan bus gratis lainnya, Bima mengaku tidak akan mengambil solusi itu. Sebab, pihaknya akan mencoba melihat opsi dana talangan yang sudah akan disampaikan ke BPTJ.

“Tidak, tapi kita akan men­coba untuk melihat opsi dana talangan tadi. Kalau dari BPTJ ada lampu hijau maka mungkin beberapa hari lagi akan beroperasi dengan dana talangan. Dana talangan itu memungkinkan dan Insya Allah ada,” bebernya.

“Dana talangan dari opera­tor. Operatornya itu konsor­sium, baik PDJT dan Lorena yang mempunyai dana untuk mengalokasikan ini. Dan me­reka dananya siap. Saya ber­harap itu supaya layanan tidak terganggu karena di jalan (Biskita Trans Pakuan, red) sudah beroperasi sangat baik,” pungkas Bima Arya. (rez/ryn/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.