Teknologi Digital Bisa Bantu Pengawasan PTM di Masa Pandemi

by -

METROPOLITAN – Penye­suaian Surat Keputusan Ber­sama (SKB) Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pan­demi Covid-19 sudah diter­bitkan pada 21 Desember 2021.

Sekretaris Jenderal Kemen­terian Pendidikan, Kebuday­aan, Ristek dan Teknologi (Sekjen Kemendikbudristek), Suharti, mengatakan, dalam pelaksanaannya pemerintah mendorong satuan pendidi­kan untuk menggunakan teknologi digital agar bisa memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan.

“Salah satu contohnya ada­lah diadakannya QR code di masing-masing sekolah untuk memantau adanya penyeba­ran virus di sekolah. Dengan menggunakan teknologi di­gital, maka akan memperce­pat kita menindaklanjuti jika ditemukan kasus Covid-19,” katanya seperti dikutip Ming­gu (9/1).

Satuan pendidikan pun ha­rus menggunakan teknologi untuk memantau dan meng­evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang terintegrasi Data Pokok Pen­didikan (Dapodik) dan EMIS (sistem data informasi pen­didikan dari Kementerian Agama) dengan PeduliLin­dungi. Pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan juga harus terintegrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid.

Baca Juga  Teknologi Digital Harus Dimanfaatkan

Tak hanya itu, satuan pen­didikan juga harus melakukan verifikasi nomor WhatsApp penanggung jawab satuan pendidikan pada laman htt­ps://sekolahaman.kemkes. go.id/ atau https://madrasa­haman.kemkes.go.id/ dan memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi di area masuk dan keluar satuan pendidikan.

Adapun penggunaan tek­nologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM Terbatas dila­kukan dengan tiga upaya. Pertama, integrasi Dapodik/ EMIS dengan PeduliLindun­gi.

“Kedua, integrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid untuk pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan. Ketiga, evaluasi dan validasi PTM Terbatas berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus Covid-19 dan kepatuhan prokes,” tutur Suharti.

Integrasi Dapodik/EMIS dengan PeduliLindungi dila­kukan dengan tiga bentuk, yakni notifikasi status kondisi sekolah melalui WhatsApp kepada penanggung jawab sekolah dan daerah, melihat status kondisi sekolah pada laman https://sekolahaman. kemkes.go.id/ dan https:// madrasahaman.kemkes.go. id/ dan penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk peng­unjung dan tamu. (jp/feb/py)

Baca Juga  Camat Ciawi Minta Warga Melek Teknologi Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *