Terapkan Ganjil Genap, 1.241 Kendaraan Gagal Masuk Pusat Kota Bogor

by -
Situasi penyekatan ganjil genap di Kota Bogor, Sabtu (15/1). (IST)

METROPOLITAN.id – Mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron, Kota Bogor kembali menerapkan kebijakan Ganjil Genap (Gage). Ada enam titik penyekatan se-Kota Bogor yang dijaga ketat petugas gabungan.

Yakni Terminal Baranangsiang, Simpang Irama Nusantara (Jembatan Merah), Pom bensin Jalan Veteran, Simpang Air Mancur, Simpang Batutulis dan Jalan Pajajaran di depan RM Bumi Aki.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penerapan Ganjil Genap di Kota Bogor akan dilaksanakan pada akhir pekan saja. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai bentuk mendisiplinkan warga untuk menahan diri, kurangi akivitas dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Menahan diri satu hari satu hari kurangi aktivitas dan terapkan prokes, terutama ke tempat-tempat wisata,” katanya, Sabtu (15/1).

Baca Juga  Imbas UU Cipta Kerja, IMB Diganti PBG, Sekda : Pendapatan Kota Bogor Bakal Turun 30 Persen

Sejak penyekatan dilakukan di beberapa titik, pihaknya mengaku sudah menghalau 1.241 kendaraan yang masuk ke pusat Kota Bogor namun tidak sesuai dalam aturan ganjil genap.

“Hari ini mulai kami terapkan, sejak jam 9 pagi tadi. Kami berhasil memutar balik 1.241 kendaraan yang hendak memasuki pusat Kota Bogor,” ucapnya.

Ia berpendapat, Kota Bogor sebagai kota penyangga ibukota DKI Jakarta, harus meningkatkan kewaspadaan mengingat merebaknya Covid-19 varian Omicron di Jakarta beberapa waktu belakangan.

Susatyo juga sempat menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan gerakan disiplin menahan diri sehingga masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas namun dengan pembatasan mobilitas.

Petugas, lanjutnya, akan menerapkan kombinasi antara ganjil genap atau pun bebas kerumunan.

Baca Juga  Dijaring dari Lima Titik, 45 Orang PMKS di Bogor Dapat Suntik Vaksin, Ada yang Sudah Berusia 76 Tahun

“Jadi dua metode akan kami laksanakan karena evaluasi kami dua minggu terakhir itu cukup banyak kendaraan-kendaraan, cukup padat di sentra-sentra di Kota Bogor,” ujarnya.

Sehingga minggu ini, pihaknya perlu melakukan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Sehingga harus bersama-sama kembali menguatkan prokes, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Susatyo mengatakan, ada enam titik check point yang disiapkan, seperti Bundaran Air Mancur, RM Bumi Aki Pajajaran, Simpang Baranangsiang, Simpang Irama Nusantara atau Jembatan Merah, SPBU Veteran dan Simpang Batutulis.

“Namun pola penempatan titiknya akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan, termasuk soal jamnya. Kita lihat nanti perkembangannya, kalau kemarin kita lihat kepadatan di jam 11 siang, jam 1 siang. Kita harus antisipasi. Termasuk ruas tol, pintu tol dan sebagainya kita akan evaluasi mana yang perlu kita kurangi mobilitasnya. Ingat tidak membatasi total, bukan penyekatan tetapi ini adalah penerapan untuk menyeleksi, selektif ganjil genap. Ini sudah ada aturannya sesuai level Kota Bogor saat ini, level 2,” pungkasnya. (ryn)

Baca Juga  Kota Bogor Larang Ziarah dan Halal Bihalal, Ini Catatan dari Ketua DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published.