Truk Seruduk Pemotor hingga Tabrak Pagar Rumah Warga Leuwisadeng

by -

METROPOLITAN – Diduga rem blong, mobil truk peng­angkut pakan ternak ayam bernomor polisi F 8852 GE menyeruduk motor hingga menabrak pagar rumah warga di Kampung Cibokor, RT 07/02, Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwisadeng, pada Rabu (19/1) sekitar pukul 18:00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sopir dan kernet juga pemo­tor mengalami luka ringan hingga dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pe­rawatan medis.

Warga sekitar, Ramdan Ab­dul Azis, menjelaskan truk tersebut sempat menabrak motor bernomor polisi F 6542 PJ hingga akhirya mobil ter­sebut oleng dan menabrak pagar hingga masuk halaman rumah warga.

”Pertamanya itu mobil lolos rem. Terus ada korban pe­rempuan sama laki-kali (pe­motor, red). Terus motor itu terpental ke pinggir, terus mobil itu ke sini, kena pagar rumah,” bebernya.

Baca Juga  Pembangunannya Telan Apbd Hingga Rp5 Miliar

Pemilik rumah, Muhamad Handoko, menyebut peris­tiwa itu terjadi sekitar pukul 18:00 WIB, diduga mobil truk pengangkut pakan ternak ayam itu mengalami rem blong.

”Mobil dan motor itu satu arah dari arah Jasinga menu­ju Leuwiliang,” katanya.

Muhamad Handoko menga­takan, sopir dan kernetnya sempat terjepit badan truk sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang. Sedangkan pemo­tor dibawa ke klinik terdekat.

”Kalau untuk pemotor di­bawa ke klinik terdekat, ka­rena yang dibonceng itu pe­rempuan mengalami luka di kepala. Yang di motor itu dua orang, kakaknya laki-laki sama adiknya perempuan. Sedangkan untuk sopir dan kernetnya tidak luka parah, hanya saja proses evakuasi agak lama karena sopir dan kernetnya terjepit,” ungkapnya.

Baca Juga  Emak-Emak Leuwisadeng Kena ’Prank’ Antre Minyak Goreng

Sementara itu, pengurus truk, Yani, yang datang ke lokasi kejadian mengatakan bahwa sopir truk bernama Supri­yadi dengan kernetnya ber­nama Endon mengalami luka ringan di bagian tangan dan dadanya.

”Dugaan sementara sih truk mengalami rem blong. Ka­rena yang namanya mobil paling dari itu saja sudah tidak tidak ketahan. Karena yang namanya beban berat,” pung­kasnya. (ads/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.