UD Trucks makin Mantap Terapkan Euro 4

by -

METROPOLITAN – UD Trucks sebagai salah satu merek kendaraan komersial di Indonesia memastikan dukungannya dalam kebi­jakan pemerintah dengan penerapan standar emisi Euro 4 di Indonesia pada 2022. Mereka mempersiap­kan teknologi bernama Se­lective Catalytic Reduction (SCR).

Secara sederhana, SCR merupakan teknologi pen­golahan gas buang melalui katalis yang diklaim canggih yang dikenal sebagai sistem SCR urea pertama di dunia untuk truk.

Sistem ini pertama kali diaplikasikan pada Quon di 2004 lalu. Dengan pengala­man lebih dari 17 tahun menggunakan SCR, UD Truck menyebut pihaknya makin yakin pada penerapan stan­dar emisi Euro 4 yang dite­tapkan melalui Peraturan Menteri (Permen) Ling­kungan Hidup dan Kehutanan RI No.P.20/MENLHK/SE­TJEN-KUM.1/3/2017.

Permen tersebut mengatur tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau Euro 4 menjadi ajang pembuktian ketangguhan dan efisiensi mesin UD Trucks serta kemampuannya dalam mengurangi gas buang ber­bahaya dari hasil pembaka­ran mesin diesel.

“Kami di UD Trucks berko­mitmen untuk selalu men­dukung program pemerintah, khususnya dalam pengu­rangan emisi kendaraan yang berpengaruh terhadap ke­berlanjutan di Indonesia,” ujar Vice President UD Trucks Indonesia Aloysius Chrisno­adhi melalui jumpa pers da­ring di Jakarta, Kamis (13/1).

Ia melanjutkan, kesiapan UD Trucks menyongsong standar emisi Euro 4 di In­donesia merupakan bagian dari pengembangan riset dan teknologi yang sudah disi­apkan.

“Diler dan aftermarket kami juga telah berupaya maksimal untuk menyiapkan kendaraan komersial yang ramah lingkungan dengan berbagai program per­kembangannya,” lanjut Chris, sapaan akrabnya.

Teknologi SCR sendiri merupakan sistem pengo­lahan emisi yang mengurangi polutan berbahaya seperti nitrogen oksida dan parti­kulat yang dihasilkan selama pembakaran khususnya ba­han bakar jenis solar.

Dengan meningkatkan te­kanan injeksi oleh SCR, ke­mudian akan tercipta pem­bakaran yang sempurna dan akan mengurangi partikel sisa secara signifikan. Be­rikutnya NOx akan diolah dengan menggunakan ka­talis yang berasal dari urea atau dikenal dengan nama AdBlue.

“Jadi teknologi SCR ini be­kerja sama dengan cairan AdBlue, dimana sistem SCR menyuntikan AdBlue pada gas buang dari mesin dan menghasilkan nitrogen dan uap air yang tidak berbahaya. AdBlue sendiri merupakan cairan yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak beracun,” lanjut Chris.

Chris menambahkan bahwa selain mempersiapkan unit baru dengan teknologi SCR dan Adblue, UD Trucks In­donesia juga telah memper­siapkan berbagai sarana pendukung lainnya dalam menyambut kebijakan pe­nerapan Euro 4, khususnya bagi para pelanggannya.

Manfaat penggunaan tek­nologi SCR ini bagi para pelanggan adalah adanya interval servis yang lebih lama, yang berarti kendara­an lebih banyak digunakan untuk keperluan bisnis para pelanggan UD Trucks, se­hingga tidak ada waktu yang terbuang untuk pemberhen­tian yang tidak direncanakan. Teknologi SCR dapat men­gurasi gas NOx hingga 90 persen sekaligus mengurangi gas HC dan CO hingga 50-90 persen.

“UD Trucks sebagai salah satu pemain dalam industri transportasi memiliki tang­gung jawab untuk meny­ediakan operasional non-stop yang berkelanjutan menuju hidup yang lebih baik untuk para pelanggan, masyarakat dan bumi,” tandas Chris. (jp/ feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.