Warga Pasirangin Keluhkan Pelayanan SPPT di UPT Pajak Ciawi

by -

METROPOLITAN – Sejum­lah warga Desa Pasirangin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengelu­hkan lamanya pembuatan surat SPPT baru ataupun ganti nama hingga bertahun-tahun.

Kepala Desa Pasirangin H Endang Setiawan mengata­kan, keluhan dari warganya yang membuat surat pajak terus mendatangi kantor desa menanyakan surat ter­sebut kapan selesai.

”Iya, saya selalu ditanyain sama warga yang membuat surat SPPT. Pengajuan bikin SPPT memang sudah lama, pihak pemdes sudah mengajukan persyaratan hingga kini ada yang berbu­lan-bulan hingga setahun lebih belum jadi,” ungkapnya.

Saat ditemui, Staf Pelayanan UPT Pajak Daerah Kelas A Ciawi, Rozak, mengatakan bahwa pembuatan surat SPPT pergantian nama itu 14 ha­ri kerja, itupun persyaratan pengajuan lengkap tidak ada kendala.

Baca Juga  Penanganan Longsor Makan Tumbal 11 Warung

”Kalau di UPT dalam satu bulan itu harus terkumpul ya minimal 15 pengajuan pembuatan SPPT. Nah, baru dibawa ke Bapenda. Kalau untuk pembuatan sendiri langsung ke Bapenda itu bisa cepat, dua hingga tiga minggu. Tapi kalau berkas terkumpul, tiga atau lima nggak mungkin, ya menung­gu terkumpul. Dikolektifkan dalam satu bulan, itu pun juga ganti nama,” ujarnya.

Rozak pun membenarkan bahwa pembuatan SPPT baru itu bisa tiga sampai empat bulan. Sementara itu, Staf Pemberkasan UPT Pajak Daerah Ciawi, Somantri, menjelaskan berkas yang masuk UPT Pajak tidak ser­ta-merta langsung dibawa ke kantor pusat Cibinong. Tetapi berkas akan dibawa ketika jumlahnya sudah ba­nyak.

Baca Juga  Kota Hujan bakal Genjot Pajak

”Ya sekitar 15 sampai 20 berkas baru kita bawa ke Bapenda. Sda sekitar satu minggu, baru kita bawa,” tandasnya. (jal/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *