Bikin Resah, Warga Desak Taman Palupuh Dibongkar, Kadisperumkim : Belum Ada Rencana Ditutup

by -

METROPOLITAN.id – Keberadaan Taman Palupuh, di Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, tengah menuai polemik lantaran kerap disalahgunakan lantaran lokasinya yang jauh dari keramaian.

Teranyar, pekan lalu sembilan remaja digelandang ke Polsek Bogor Utara karena membuat keributan usai menenggak minuman keras (miras).

Tak ayal, mulai dari warga hingga anggota DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) untuk membongkar taman yang ada di dekat SMAN 7 Kota Bogor itu dan merubahnya menjadi Prasarana Sarana Utilitas (PSU) bukan taman.

Namun, Kepala Disperumkim Kota Bogor RR Juniarti Estiningsih justru mengaku hingga saat ini belum menerima keluhan warga terkait permintaan penutupan Taman Palupuh.

Sebagai antisipasi terjadinya hal negatif di kemudian hari, pihaknya hanya bisa memberi solusi dengan menambah jumlah penjaga taman atau Park Ranger serta menambah jumlah jadwal monitoring.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pengamen Viral di Bogor

Sedianya hanya satu kali sehari, kata dia, kedepan bisa tiga sampai empat kali.

“Belum (ada rencana penutupan/pembongkaran Taman Palupuh),” katanya kepada awak media, belum lama ini.

“Paling kita akan menambah park ranger. Serta menambah jadwal monitoring, dari biasa sehari sekali, nanti bisa tiga sampai empat kali,” imbuh Esti, sapaan karibnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP Dapil Bogor Utara, Akhmad Saeful Bakhri, mengaku kerap mendapat keluhan warga yang resah dengan keberadaan Taman Palupuh lantaran sering digunakan untuk hal-hal negatif.

Atas kejadian beberapa waktu lalu, ia menilai Pemkot Bogor sudah lalai menjaga keamanan dan kenyamanan taman di Kota Bogor.

Baca Juga  Cover Lagu Shape Of You Milik Ed Sheeran Ini Tak Biasa

“Kalau tidak bisa dijaga 24 jam, lebih baik ditutup saja. Sudah berapa kejadian di sana. Mulai dari kasus gladiator, tawuran hingga tewas sampai terakhir remaja pesta miras,” papar pria yang karib disapa Gus M itu.

Ia pun mendesak Pemkot Bogor mengubah fungsi taman yang berada tepat di belakang SMAN 7 Kota Bogor itu sebagai Prasarana Sarana Utilitas (PSU) selain taman. Sebab, sejauh ini keberadaan Taman Palupuh hanya menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk kongkow dan melakukan tindakan kriminalitas.

“Lebih baik diganti menjadi PSU yang lebih bermanfaat. Itu sudah tidak benar keberadaannya, karena hanya menimbulkan mudharat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 17, Kelurahan Tegalgundil, Hendra Kurniawan, mengatakan, sejak peristiwa gladiator yang menyebabkan siswa Kota Bogor meregang nyawa beberapa tahun silam, warga telah meminta agar Taman Palupuh ini dialihfungsikan menjadi tempat pembibitan tanaman, budidaya ternak atau sebagainya.

Baca Juga  Menilik Ondel-Ondel Khas Kabupaten Bogor

“Jangan berupa taman, karena itu taman tersembunyi dan tidak layak disebut taman. Kalau taman itu di tempat strategis, ini malah tersembunyi dan malah dimanfaatkan anak-anak ini untuk pesta miras hingga pacaran,” tukasnya.

Permintaan alih fungsi Taman Palupuh ini sudah disuarakan kepada Kecamatan Bogor Utara, namun tak kunjung direalisasikan. Apalagi, remaja yang kerap kong­kow di Taman Palupuh be­rasal dari luar Kecamatan Bogor Utara.

“Kalau anak sekolah sekarang sudah nggak ada yang nongkrong. Sekarang malah dipakai kelompok remaja,” ujarnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *