Bima Arya Ramal Status PPKM Wilayah Aglomerasi Jabodetabek Naik ke Level 3

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya meramal status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah aglomerasi Jabodetabek akan naik ke level 3 dalam waktu dekat ini.

Kemungkinan itu Bima Arya sebut berkaca dari penambahan kasus yang terus terjadi di wilayah aglomerasi Jabodetabek saat ini.

“Kemungkinan besar ada indikasi aglomerasi (Jabodetabek) akan jadi level 3. Tapi kami masih menunggu, karena hari ini juga akan ada rakor langsung dengan Presiden Jokowi,” kata Bima Arya usai meninjau RSUD Kota Bogor, Senin (7/2).

Sementara, dijelaskan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Apeksi ini, untuk penambahan kasus Covid-19 di Kota Bogor sendiri, dua hari yang lalu wilayahnya mencatatkan angka yang sangat tinggi sekali mencapai 741 kasus baru positif Covid-19. Jumlah ini mendekati angka puncak saat varian Delta menyebar di Kota Bogor.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2019 TGB Pesan untuk Umat Islam

Sehingga, Bima Arya memperkirakan ada kemungkinan penambahan kasus di wilayah Kota Bogor akan melewati angka puncak dari varian Delta.

“Diperkirakan kita akan terus naik melewati angka delta itu. Oleh karena itu kita pastikan kesiapan tempat tidur di Rumah Sakit (RS),” ucap Bima Arya.

“Kami juga sudah perintahkan seluruh RS untuk melakukan konversi dari umum menjadi layanan Covid. Dan kami sudah mengunjungi dua RS secara keseluruhan, kami lihat sudah di konversi baik itu di RS Hermina maupun RSUD,” sambungnya.

Kemudian, dilanjutkan Bima Arya, kedatangannya bersama Muspida Kota Bogor ke sejumlah RS yang menangani Covid-19 ini juga sesuai intruksi dari Presiden, Menkeu dan Menkes, bahwa yang dirawat hanyalah pasien dengan gejala sedang dan berat.

Baca Juga  Buntut Temuan BPK, Diarpus Sebut Proyek Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor Kelebihan Pembayaran Rp600 Juta

“Jadi tidak boleh ringan itu di rawat, ini untuk memastikan prioritas kami bagi warga yang harus di dahulukan,” imbuh Bima Arya.

“Dan kami cek juga di dua RS ini serta di seluruh RS memang telah mentaati itu, artinya hanya pasien yang gejalanya sedang dan berat saja (yang di rawat),” lanjutnya.

“Kami lihat di ICU juga kondisinya hanya yang berat, sebagian besar karena komorbit dan lansia dan ada angka-angka yang saya kira penting yaitu sebagian besar yang dirawat karena belum di vaksin,” ungkap Bima Arya.

Soal pasien Covid-19 yang tidak dirawat di RS, dituturkan Bima Arya, bahwa mereka pun harus tetap diperhatikan. Untuk itu, dirinya meminta agar Satgas Covid-19 di wilayah dapat di aktivasi kembali, baik itu RW Siaga, Puskesmas hingga Babinsa dan Babinkamtibmas.

Baca Juga  Mourinho Layangkan Pujian Saat Rooney Siap Tampil

“Satgas wilayah kita aktivasi kembali untuk melakukan monitoring dan juga sosialisasi atas penggunaan dari telemedicine yang bisa digunakan untuk memonitoring warga,” tandasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.