Debut Starter Witan Sulaeman-Egy Maulana, FK Senica dibantai Slovan Bratislava 0-5, Pelatih : Ada Kendala Bahasa

by -
Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri tak bisa membantu FK Senica terhindar dari kekalahan telak 5-0 dari Slovan Bratislava dalam duel di Tehelne Pole Stadium, Sabtu (13/2). (Instagram/@fcfastavzlin_cz)

METROPOLITAN.id – Duo pemain Timnas Indonesia, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri, gagal membawa klubnya FK Senica terhindar dari kekalahan telak atas Slovan Bratislava, di Stadion Tehlene Pole, akhir pekan lalu.

Zahoraci -julukan FK Senica- keok dengan skor cukup telak, yakni 0-5.

Pada laga ini, dua penggawa Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman dipercaya tampil sebagai starter.

Witan dipasang sebagai sayap kiri, sementara Egy di sayap kanan.

Bagi Witan Sulaeman, ini menjadi laga debutnya bersama FK Senica di kompetisi resmi.

Sinyal kekalahan FK Senica mulai terlihat ketika gawang mereka jebol pada menit ke-14 lewat aksi Alen Mustafic.

Baca Juga  ABG Cantik asal Bogor Dilaporkan Hilang, Menghilang Setelah Diantar Kerja

Bahkan, Slovan Bratislava sanggup menggandakan keunggulan menit ke-36 via Vasil Bozhikov memanfaatkan assist Andre Green.

Pada paruh kedua, Jaba Kankava membawa Bratislava unggul 3-0 menit ke=55.

Gol Ivan Saponjic menit ke-75 menambah penderitaan FK Senica. Pesta kemenangan Bratislava ditutup lewat gol Ibrahim Rabiu menit ke-90.

Kemenangan ini mengantar Bratislava kian kukuh di puncak klasemen dengan 49 angka, sementara FK Senica masih tertahan di posisi ketujuh dengan 24 poin.

Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih FK Senica yang bernama Pavel Sustr menyebutkan bahwa di dalam skuadnya terjadi kendala bahasa.

Ia menyebut tidak semua orang mengerti bahasa Inggris, sehingga komunikasi yang dilakukan terhambat dan tidak lancar sebagaimana mestinya.

Baca Juga  Diego Costa Tinggalkan Sesi Latihan Spanyol Karena Alami Cedera

Ada kendala bahasa dan tidak semua orang mengerti bahasa Inggris. Kami mencoba berkomunikasi dengan beberapa cara,” ucap Pavel Sustr kepada Sport Net dikutip dari suara.com, Minggu (13/2/2022).

Saya bukan ahli bahasa yang lengkap, itu masalah pertama. Dan masalah kedua adalah pemain baru tidak tahu bahasa Inggris.”

“Jadi kita masuk ke bahasa Prancis dan coba menungkapkan perasaan, motivasi. Pemain memahami situasi di lapangan, tapi masih lama kami berjuang untuk sesuatu di sini,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, pelatih FK Senica itu menyebut masalah lainnya adalah pemainnya seperti anak-anak karena masa otot dan postur tubuhnya yang pendek.

Dengan dalih tersebut, pelatih FK Senica menyebutkan bahwa timnya kalah telak 0-5 dari Slovan Baratislava yang kini berada di puncak klasemen Liga Slovakia. (jpnn/sua/ryn)

Baca Juga  Sidak Proyek Revitalisasi Masjid Agung, Dedie Rachim : Molor dari Target, Baru 31 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published.