Dosis Ketiga Jadi Senjata Lawan Omicron

by -

METROPOLITAN – Pemerintah terus mendo­rong vaksinasi di berbagai daerah untuk me­nanggulangi pandemi Covid-19. Khusus dalam menghadapi varian Omicron, vaksinasi dosis ketiga atau booster terus digencarkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai dengan penang­gulangan pandemi Covid-19 di Indonesia yang baik, diharapkan perekonomian Indonesia juga semakin membaik.

Hal itu disampaikannya saat meninjau vaksi­nasi yang dilaksanakan di area Gedung Indo­food Tower, Jakarta, Kamis (10/2). Menko Airlangga juga didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, beserta rombongan. ­

“Pemerintah terus mendo­rong vaksinasi booster, ten­tunya vaksinasi booster ini diperlukan untuk menghada­pi varian Omicron. Dalam menghadapi Omicron ini tentunya salah satu yang pa­ling berisiko adalah lansia. Oleh karena itu, lansia ini diprioritaskan,” ujar Menko Airlangga.

Baca Juga  Antisipasi Omicron, Bogor Siapkan 29 Rumah Sakit

Seraya meninjau penyelen­ggaraan vaksinasi, Menko Airlangga juga menyapa para peserta vaksinasi yang sedang menunggu antrean di lokasi vaksinasi.

Rencananya, vaksinasi ini akan diselenggarakan selama lima hari, di mana hari ini merupakan hari ketiga. Dengan target harian 500 hingga 600 orang, hari pertama dan kedua penyelenggara telah melaku­kan vaksinasi kepada sekitar seribu orang.

Kegiatan vaksinasi booster yang terselenggara atas ker­ja sama beberapa pihak an­tara lain Kementerian Kese­hatan, Polri, Projo, Yellow Clinic, Indofood, ACA Asu­ransi, dan Indomaret ini diperuntukkan bukan hanya bagi karyawan yang bekerja di area Gedung Indofood Tower. Tetapi, terbuka untuk seluruh masyarakat umum dengan cara menunjukkan e-sertifikat undangan vaksi­nasi ketiga.

Pihak penyelenggara telah menyiapkan lebih dari 2.500 dosis vaksinasi booster dengan merek Pfizer. Sehingga diha­rapkan masyarakat sekitar dapat memanfaatkan momen ini untuk memperoleh vaksi­nasi booster untuk menambah imunitas tubuh melawan vi­rus Covid-19.

Baca Juga  Positif Covid-19 Kabupaten Bogor Tembus 19.549 Kasus, Bupati : Paling Banyak Tertular di Daerah Perbatasan DKI Jakarta

Dari target 208,3 juta sasaran, capaian vaksinasi nasional sudah mencapai 90,1 persen atau 187,6 juta untuk dosis pertama, dan 64,1 persen atau 133,5 juta untuk dosis kedua.

Sedangkan untuk dosis ke­tiga yang sudah mulai dilaks­anakan sejak awal tahun ini, vaksinasi sudah dilaksanakan kepada 3,5 persen atau seki­tar 6,3 juta akseptor dari 181,5 juta sasaran dewasa.

Jika dilihat dari vaksinasi berdasarkan fasilitas keseha­tan, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan capaian vaksi­nasi tertinggi di Indonesia. Dengan target sasaran 8,4 juta, dimana 7,4 juta di anta­ranya adalah sasaran dewasa dengan capaian dosis per­tama sebesar 147,4 persen atau sekitar 12,4 juta dan dosis kedua mencapai 122,6 persen atau sebesar 10,3 juta.

Baca Juga  Subvarian Omicron BA.2 tak Meluas di Indonesia

Untuk vaksin booster, DKI Jakarta adalah provinsi yang sudah menyuntikkan booster terbanyak, yakni mencapai 12,3 persen atau 900 ribu ak­septor.

Kesadaran masyarakat sang­at dibutuhkan terkait penting­nya vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Terlebih, di Provinsi DKI Jakarta angka positifnya mu­lai meninggi. Pemerintah mengharapkan adanya koor­dinasi yang baik dari semua stakeholder untuk menang­gulangi pandemi Covid-19 dan memulihkan perekono­mian nasional.

“Angka Omicron di Jakarta adalah yang tertinggi di Jabo­detabek. Untuk menambah imunitas, maka dibutuhkan vaksinasi dosis ketiga. Arahan Bapak Presiden, rumusnya hanya dua. Yang pertama adalah prokes dan yang kedua adalah vaksinasi. Jadi itu yang harus dijalankan agar aktivi­tas kita tidak terhenti,” pung­kas Menko Airlangga. (*/fin/ run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.