Harga Kedelai Meroket Bikin Baper, Pengusaha Tahu di Bogor Sepakat Mogok Produksi Massal

by -
USAHA PABRIK TAHU

METROPOLITAN.id – Harga kacang kedelai yang melonjak tinggi belakangan ini, berdampak pada usaha para pengrajin tahu di Kota Bogor.

Harga kedelai yang melonjak pun bikin baper dan tersiar kabar bahwa para pengrajin tahu di Bogor bakal melakukan aksi mogok produksi tahu massal selama tiga hari, yakni mulai Senin (21/2) hingga Rabu (23/2) mendatang.

Aksi mogok itu dilakukan seiring dengan harga kacang kedelai sebagai bahan baku tahu yang terus melonjak hingga Rp 11.600 per kilogram.

Salah satu pemilik pabrik Tahu Laksana Mandiri di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Mulyana (60 tahun), mendukung pemogokkan massal itu.

Aksi ini, kata dia, merupakan bentuk usaha dari para pengrajin tahu dan tempe yang merasa kelelahan karena harga bahan baku yang terus naik.

“Saya dukung pemogokan asal tidak membawa malapetaka. Namanya juga usaha. Itu bentuk usaha karena kelelahan, meras tidak mampu, itu bentuk reaksi. Tapi harus ada dampak yang positif,” kata Mulyana seperti dikutip dari Republika, Jumat (18/2)

Baca Juga  Jelang Lebaran saat Pandemi, PKS Kota Bogor Tebar 4.000 Bingkisan

Mulyana menambahkan, pabrik yang telah beroperasi sejak 1997 ini tengah mengalami dua kendala.

Pertama, hadirnya pandemi Covid-19 membuat pabrik tahu Mulyana kehilangan banyak pelanggan.

Sebab, 15 dari 25 restoran yang menjadi pelanggan tetap tahunya kini telah bangkrut.

Kedua, sambung dia, yakni pada harga kedelai. Tahun lalu, Mulyana biasa membeli kedelai dengan harga Rp 9.500 per kilogram.

Kini, harga kedelai terus naik hingga hampir menyentuh angka Rp 12 ribu per kilogram.

“Sedangkan tahu nggak bisa langsung dinaikin harganya. Jadi lambat laun saya mengurangi karyawan, ngecilin ukuran tahu, dan naikin harga tahu sedikit-sedikit. Saling memaklumi aja,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Bogor, Salah seorang pengrajin tahu di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor bernama Ryani Fathira (25 tahun), mengaku sudah mengetahui jika akan ada mogok produksi tahu pekan depan.

Baca Juga  Ramai-Ramai Pelototi Proyek Perpustakaan Daerah

Menurutnya, hal ini bukan pertama kali terjadi sehingga dia pun setuju dengan mogok massal ini.

Ia sendiri mengakui, harga kacang kedelai naik turun secara berangsur-angsur. Berdasarkan pengalamannya, pada awal 2021 harga kacang kedelai berada di angka Rp 9.500 per kilogram.

Pada pertengahan 2021, kata Ryani, harga kedelai meroket hingga Rp 10.700 per kilogram sehingga ada penyesuaian harga tahu.

Namun, di tengah perjalanan tersebut harga kedelai turun menjadi Rp 10.200 per kilogram dalam kurun waktu yang cukup lama.

Kendati demikian, lanjutnya, ia tidak menurunkan harga tahu yang dijualnya kepada para pedagang, karena tidak ada surat edaran mengenai penurunan harga tahu.

Namun ada sejumlah produsen yang diam-diam menurunkan harga tahunya sehingga membuat Ryani kehilangan konsumen.

Baca Juga  Disebut Ganggu Pacar Orang, Pria di Rumpin Disabet Clurit

“Langganan saya pedagang di pasar-pasar jadi pada milih ke produsen yang harganya lebih murah. Waktu November 2021 harga kedelai naik lagi, kan mereka jadi harus menaikkan harga tahunya lagi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ryani berharap dengan adanya mogok massal ini harga kedelai bisa kembali turun, serta ada penyesuaian kembali harga tahu di antara produsen, agar tidak merugikan satu sama lain.

Sementara itu, Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Kota Bogor mengimbau kepada pengrajin tahu tempe terkait mogok produksi massal pekan depan.

Anggota Puskopti Kota Bogor Suptiadi menuturkan, seruan mogok produksi untuk pengrajin tempe tahu merupakan instruksi dari Puskopti Jawa Barat. (rep/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.