Jasad Pacar Sempat Ingin Dikubur di Lantai Kontrakan hingga Dibuang ke Sungai

by -

METROPOLITAN.id – Entah apa yang ada di pikiran AS. Pria 30 tahun ini tega membunuh pacarnya, SN (25), karena terbakar api cemburu. Bahkan, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian tersebut sempat akan mengubur jasad sang pacar di lantai kontrakan tempatnya tinggal.

Aksi pelaku terbongkar usai tim dari Satuan Reskrim Polres Bogor menemukan titik terang atas penemuan mayat terbungkus plastik yang menggegerkan warga Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (9/2).

Dalam waktu 1×24 jam, polisi berhasil mengungkap siapa sosok pembunuh SN yang tak lain adalah kekasihnya. AS ditangkap di kontrakannya di daerah Ciparigi, Bogor Utara, kota Bogor, Kamis (10/2).

Pelaku sebetulnya tak bermaksud membuang jasad sang pacar di pinggir jalan di dekat perkampungan warga.

Mulanya, usai membunuh sang pacar pada Sabtu (5/2), pelaku berniat mengubur jasadnya di bawah lantai kontrakan yang ia tinggali. Bor, skop adukan semen, pahat, hingga palu sudah disiapkan. Beberapa keramik juga sudah dibongkar.

Baca Juga  Daging Celeng Marak, Enam Pedagang Ditangkap

Namun, rencana tersebut gagal. Pelaku kesulitan membongkar lantai kontrakannya.

“Setelah  melakukan pembunuhan tersangka AS ini mencoba mengubur korban di dalam kontrakan pelaku, dengan cara menggali lantai kamar namun kesulitan,” ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mako Polres Bogor, Jumat (11/2).

Rencana berubah. Pelaku kemudian berniat membuang jasad kekasih hatinya ke sungai.

Jadas sang pacar kemudian diikat tali lalu dimasukan ke dalam kardus. Pelaku juga membalutnya dengan banyak pakaian seperti mukena dan lainnya bermaksud menutupi bau busuk jasad yang sudah dua hari didiamkan di kontrakannya.

Setelah itu, bungkusan kardus itu dilapisi dengan plastik hitam dan dilakban seperti sebuah paket. Di hari ketiga usai meninggal, jasad sang pacar lalu dibawa menuju sungai untuk kemudian dibuang.

Akan tetapi, rencana kedua ini pun ternyata tak berjalan mulus. Dalam perjalan, motor Honda Cs-1 yang digunakannya membawa jenazah tergelincir saat melintas di Kampung Pisang. Bungkusan jasad sang kekasih ikut terjatuh.

Pelaku lalu mencoba mengangkatnya kembali. Namun usahanya sia-sia. Jasad sang pacar akhirnya ditinggalkan di lokasi terjatuh.

Baca Juga  Camat Jamin Soal Tak Bocor

“Pada saat di perjalanan menuju sungai yang akan menjadi lokasi pembuangan jenazah SN, pelaku AS ini terpeleset dan terjatuh, tepatnya di kampung pisang, Kelurahan Karadenan. Ia pun mencoba mengangkat kembali bungkusan plastik tersebut, namun tidak bisa. Pada akhirnya korban pun ditinggalkan di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Siangnya, Rabu (9/2) sekitar pukul 12.30 WIB, ada warga yang melintas dan penasaran dengan bungkusan hitam seperti paket. Bungkusan tersebut dikerubungi lalat dan menimbulkan bau menyengat.

Berbekal penasaran, warga lalu mencoba membuka bungkusan tersebut dan didapati sesosok mayat perempuan. Temuan ini seketika membuat warga Kampung Pisang Geger hingga akhirnya polisi datang dan mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta untuk proses otopsi.

Hasil otopsi menunjukan korban meninggal karena terganggu jalur nafasnya. Rupanya, pelaku membekap sang pacar menggunakan bantal saat lelap tertidur.

“Korban dibekap menggunakan bantal selama kurang lebih 10 menit, sehingga korban tidak bisa bernafas dan meninggal. Berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal karena terganggu jalur nafasnya,” terang Iman.

Baca Juga  DIAH PITALOKA NILAI GAYA BLUSUKAN DADANG MIRIP JOKOWI

Pelaku diketahui tega membunuh sang pacar lantaran dibakar api cemburu. Korban disebutnya kerap dihubungi oleh teman-teman prianya.

Karena kesal, pelaku kemudian menghabisi nyawa sang kekasih yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Rencana pembunuhun ini dimulai pelaku dengan mengajak korban bertemu. Pada Sabtu, (5/2), korban pamit ke majikannya akan ke rumah sang kakak di daerah Meruya, Jakarta Barat. Namun, korban rupanya dijemput sang kekasih dan sempat diajak jalan-jalan sebelum akhirnya dibawa ke kontrakan.

Di sana, keduanya juga diketahui sempat memadu kasih layaknya suami istri sebelum pembunuhan tersebut terjadi.

“Hubungan pelaku dan korban pecaran. Motif pembunuhan karena banyak laki-laki yang menghubungi korban sehingga membuat pelaku merasa cemburu dan marah kepada korban,” bebernya.

Hubungan keduanya disebut baru berjalan sekira tiga minggu. Keduanya saling kenal lewat sosial media hingga akhirnya menjalin hubungan asmara. (fin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *