Kades Wargajaya Bantah Tudingan Serobot Aset Desa

by -

METROPOLITAN.ID- Adanya tudingan mengenai aset desa berupa lahan lapangan sepakbola yang berlokasi di depan Kantor Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, yang disertifikatkan atas nama pribadi dibantah Kepala Desa Wargajaya Ooy Tamami.

Ooy Tamami menjelaskan, awalnya tanah tersebut milik H. Masitoh seluas 3000m2 yang dijual kepada Ooy Tamami pada tahun 1996 dan sudah di buatkan akta jual beli dengan SPPT sebagai pemilik atas nama Ooy Tamami. “Dulu saat beli tanah tersebut saya belinya sistem blok dan tidak diukur,tapi setelah saya rapihkan dan diukur ulang ternyata tanah tersebut luasnya kurang lebih 4430 m2,” kata Ooy.

Lebih lanjut Ooy mengatakan, jika lahan tersebut hingga saat ini masih dipergunakan sebagai lapangan sepak bola karena untuk memajukan olahraga di Desa Wargajaya,salah satunya sepak bola. Maka tanah tersebut oleh pemilik di relakan untuk digunakan warga sebagai lapangan bola. Itulah salah satu upaya dari desa yang dapat dilakukan.

Baca Juga  10 Calon Pimpinan Baznas Kota Bogor Jalani Tes Tulis, Ini Nama-namanya

“Untuk diketahui Lapangan bola tersebut sampai hari ini akta jual beli dan pajaknya masih saya yang bayar,secara pribadi silahkan cek SPPT-nya,” jelasnya.

Ooy justru mempertanyakan adanya isu atau tudingan terkait aset desa berupa lapangan bola di sertifikatkan dengan nama pribadi. “Masalahnya dimana? Kalau seandainya akan disertifikatkan,sudah jelas tanah tersebut milik pribadi. Jadi nantinya jika sudah disertifikatkan, lokasi tanah tersebut tetap bisa dipakai oleh warga. Bisa jadi di hibahkan atau wakafkan dengan cara disaksikan aparatur yang berwenang,” jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada rekan-rekan yang belum memahami riwayat tanah tersebut,silahkan tanyakan sejelas-jelasnya kepada kepala desa Warga Jaya. Supaya tidak ada isu yang menyesatkan. “Saya berharap rekan-rekan dapat memahami setelah mengetahui duduk permasalahannya. Jadi jangan berargumen dan menelan isu mentah-mentah tanpa tanpa ada bukti yang cukup,” pungkasnya. (din/suf)

Baca Juga  Imbas Pandemi, Gerai Matahari di Bogor Tutup

Leave a Reply

Your email address will not be published.