Kejari Dalami Aliran Dana Duit Korupsi BOS Madrasah di Bogor : Digunakan Tersangka untuk Kepentingan Pribadi

by -
Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade Nainggolan. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus penggelapan dana BOS Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang menyeret kepala sekolah MI, yang juga ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Bogor.

Termasuk mendalami aliran dan penggunaan dana BOS siswa madrasah yang diselewengkan oleh tersangka DSA, ketua KKMI Kota Bogor bersama bendahara, AM.

Sebab, menurut Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bogor Rade Nainggolan, uang tersebut juga digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Uang itu semua adalah uang dari dana BOS seluruh madrasah untuk kegiatan penggandaan ujian. Mirip kasus dana BOS SD di Kota Bogor beberapa tahun lalu. Nah uang itu digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi,” kata Rade kepada Metropolitan.id, Senin (28/2).

Menurutnya, hal yang diakui oleh para tersangka saat diperiksa itulah yang sedang didalami. Sebab, sejauh ini para tersangka tidak begitu ingat digunakan untuk apa saja duit BOS tahun anggaran 2017-2018 tersebut.

Baca Juga  Warga Pertanyakan Penindakan Parkir Sembarangan di Pedestrian Bogor: Sepeda Listrik Parkir di Pedestrian Juga, Kok Ga Ditindak?

“Lupa dia (mereka, red). Soalnya uangnya itu kan nggak sekaligus besar, jadi nggak ingat mereka,” tandasnya.

Namun ia memastikan, dari total dugaan uang yang digelapkan oleh para tersangka sekitar Rp1,1 miliar, pihaknya baru mengamankan barang bukti uang sekitar Rp15 juta.

Selain itu, kata Rade, sejauh ini belum ada saksi-saksi lain yang dipanggil setelah penetapan tersangka DSA dan AM pada Jumat (27/2) lalu.

Sebelum penetapan tersangka, tak kurang dari 80-an saksi sudah dimintai keterangan. Mulai dari 60 kepala MI se-Kota Bogor dan pihak lainnya.

“Belum ada lagi yang dipanggil,” tukasnya.

“Kemungkinan saksi dan tersangka lain, di tingkat lebih tinggi atau bagaimana, kita akan dalami lagi. Termasuk soal dana di tahun anggaran yang lainnya, ya kita dalami. Yang pasti sampai pemeriksaan saat ini, kita tetapkan dua tersangka dan dana pada dua tahun anggaran itu, 2017-2018,” imbuh Rade.

Baca Juga  Manchester City vs Southampton, Kembali Berlaga, Pep Guardiola Tak Ingin Terpuruk Dalam Kekecewaan!

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan dua orang tersangka kasus korupsi penggelapan dana BOS Madrasah Ibtidaiyah Kota Bogor, Jumat (25/2) sore.

DSA, yang merupakan Ketua Kelompok Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Bogor ditetapkan sebagai tersangka bersama Bendahara KKMI Kota Bogor, AM.

Keduanya diduga menggelapkan uang siswa untuk penggandaan soal ujian di 60 MI se-Kota Bogor. Jumlah pungutan disebut mencapai Rp1,12 miliar. Satu siswa diminta uang antara Rp16 ribu hingga Rp58 ribu per orang. Tersangka mengkoordinir pungutan kepada 60 kepala MI se-Kota Bogor.

Selain ditetapkan tersangka, keduanya langsung ditahan oleh Kejari Kota Bogor.

Menurut Kajari Kota Bogor Sekti Anggraeni, keduanya menggelapkan uang dana BOS MI untuk tahun anggaran 2017-2018. Modusnya, uang yang ditarik dari 60 MI se-Kota Bogor tidak disetorkan ke KKMI Jawa Barat.

Baca Juga  PENGERJAAN PUSKESMAS PARUNGPANJANG MOLOR?

“Dana yang dikumpulkan itu digunakan untuk kegiatan yang tidak diperbolehkan dibiayai dana BOS,” katanya kepada awak media, Jumat (25/2).

Kedua tersangka diduga melanggar Undang-Undang Tipikor pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU no.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman pidana diatas 5 tahun. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *