Ketemu BPTJ dan PT PGI, Kota Bogor Tagih Rencana Revitalisasi Terminal Baranangsiang

by -
Kondisi Terminal Baranangsiang, Kota Bogor yang belum juga direvitalisasi. (Foto:Fadli/Metropolitan.id)

METROPOLITAN.id – Sempat direncanakan bakal mulai dilaksanakan tahun ini, revitalisasi Terminal Baranangsiang Kota Bogor menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD), hingga kini belum juga terealisasi.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merencanakan pertemuan kembali dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) sebagai pihak ketiga, dalam waktu dekat.

Pihaknya ingin mempertanyakan kepastian waktu rencana pembangunan dan peletakan batu pertama revitalisasi Terminal Baranangsiang.

“Belum. Kita baru merencanakan untuk pertemuan dengan BPTJ dan PT PGI. Kita mempertanyakan kapan rencana pembangunan dan peletakan batu pertama. Karena menurut informasi awal, Oktober tahun lalu. Tetapi kelihatannya belum ya,” katanya kepada Metropolitan.id, Rabu (23/2).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (Ryan/Metropolitan)

Ia sendiri tidak mengetahui kendala dan permasalahan dalam realisasi revitalisasi Terminal Baranangsiang.

“Kita nggak tahu ya permasalahannya apa, apakah LO (Legal Opinion, red) dari Kejaksaan Agung sudah direvisi, saya belum tahu. Kan LO itu katanya kemarin terlalu memberatkan pihak PT PGI. Nah dengan perpanjangan waktu, kemudian rencana apa yang akan PGI sampaikan,” jelas Dedie.

Baca Juga  Proyek Surken Bogor Pinjaman Rp31 M Terkendala SIPD

Sehingga, kata Dedie, Pemkot Bogor hanya tinggal menunggu kepastian kelanjutan pembangunan lantaran Terminal Baranangsiang merupakan terminal tipe A yang kewenangannya ada di pemerintah pusat.

“(Pemkot Bogor) menunggu, karena itu kewenangan pusat ya. Terkait desain, itu kan ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan, red) lama. Tapi saya mendengar akan diajukan lagi IMB baru, karena ada perubahan desain,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana BPJT Edi Nursalam sempat menyebut bahwa BPTJ akan merevisi IMB yang lama sekaligus tata ruangnya. Dengan Terminal Baranangsiang sebagai salah satu bagian dari kawasan TOD.

Mantan direktur KNKT itu menyebut walaupun ada perubahan IMB, fungsi terminal Baranangsiang tetap sama. Hanya saja, bagian kawasan TOD bakal terintegrasi dengan kawasan komersial yang ada di sekitarnya.

BTPJ akan memperluas radius kawasan tersebut minimal 400 meter untuk menunjang pengembangan Terminal Baranangsiang. Sebab berkaitan dengan rencana keberadaan Light Rail Transit (LRT) dan Trem di Terminal Baranangsiang.

Baca Juga  Okupansi Hotel di Kota Bogor Terus Turun Pasca Ganjil Genap

“Jadi bertumpu disitu. Ada tol Jagorawi Sedangkan PT PGI nantinya melanjutkan kontrak dengan Pemkot Bogor. Beberapa hal kita lanjutkan, Beberapa hal juga dari awal lagi. Diantaranya masalah waktu, kan sudah tertunda 9 tahun,” paparnya.

Direktur PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) Sumarsono Hadi juga menegaskan bahwa revitalisasi Terminal Baranangsiang bakal dimulai pada 2022.

Selain berfungsi sebagai terminal, kawasan itu nantinya disulap jadi Transit Development Oriented (TOD) yang terintegrasi kawasan komersial. Di mana proses pembangunan diperkirakan bakal memakan waktu empat tahun.

Menurutnya, revitalisasi terminal Baranangsiang sempat tertunda selama sembilan tahun. Di mana dalam surat keputusan yang lama, PT PGI mendapatkan jatah selama 30 tahun sebagai hak untuk mengelola terminal, melalui perjanjian Build Operate Transfer (BOT) atau Bangun Guna Serah.

Namun, karena pembangunan yang tak kunjung terealisasi, pihaknya berupaya untuk menggeser waktu pengelolaan terminal yang mulanya dihitung pada 2012, bergeser menjadi 2021.

Baca Juga  Pemkab Buka Peluang Usaha Masyarakat Lewat Pertashop

Berdasarkan hasil Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Agung (Kejagung), PT PGI mendapatkan jatah untuk mengelola Terminal Baranangsiang selama 30 tahun secara utuh.

Tapi untuk memulai pembangunan, kontraktor masih menunggu pembaruan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pihaknya pun menargetkan saat penyesuaian IMB selesai, maka pembangunan dapat dilakukan.

Selain menunggu pembaharuan IMB, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada 2012 dengan kondisi dan fungsi dengan saat ini pun berbeda. Salah satunya dipengaruhi keberadaan ojek online.

Ada juga rencana Pemkot Bogor meletakkan ujung lintas rel terpadu (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) dan trem di kawasan Baranangsiang. Sebab tidak terlalu jauh dari Tol Jagorawi. Sehingga bisa dipastikan pusat transportasi bakal bertumpu di kawasan tersebut.

“PT PGI hanya tinggal desain saja. Kalau bisa cepat, kami juga siap gambar desain, hitung berapa kontribusi untuk negara, begitu ditetapkan bisa,” tegasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *