Muncul Nama-nama Baru, Edi Silaban: Jabar Punya Banyak Stok Calon Pemimpin

by -
Ketua Pemuda Katolik Jabar, Edi Silaban.

METROPOLITAN.id – Hasil survei lembaga Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukan kondisi Dukungan terhadap calon gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang.

Ada beberapa nama besar yang digadang-gadang berpotensi maju karena mendapat dukungan besar dalam survei tersebut.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Pemuda Katolik Jabar, Edi Silaban menilai kondisi politik di Jabar sangat dinamis.

Ia bahkan menaruh perhatian kepada nama-nama baru yang muncul. Menurutnya, kemunculan mereka menandakan Jabar memiliki banyak stok pemimpin.

“Tentu munculnya nama-nama calon baru menunjukan bahwa Jawa Barat memiliki cukup banyak stok pemimpin untuk masa mendatang” ujar Edi Silaban dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (16/2).

Baca Juga  Ayo Ikutan! Pemkab Bogor Bikin Festival Film Pendek, Total Hadiahnya Rp70 Juta

Berdasarkan data, Edi Silaban melihat beberapa calon sangat diunggulkan di Jawa Barat. Namun, masih ada 52,2 persen mayoritas warga belum dapat menyebutkan pilihan gubernur secara spontan.

Ia juga menilai ke depannya Jawa Barat tidak masuk dalam situasi anomali demokrasi. Pihaknya mendorong demokrasi yang melahirkan pemimpin berkualitas dan visioner, termasuk di tingkat kota/kabupaten.

“Calon tunggal menjadi fenomena yang buruk dalam praktik Pemilu Serentak. Ini tak boleh terjadi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Edi Silaban menilai publik Jawa Barat, bahkan masyarakat luas, sudah mulai was-was pada isu-isu pemilu yang mengancam keutuhan dan keamanan bangsa. Mengingat, Bumi Pasundan merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak sekira 18 persen dari populasi nasional.

Baca Juga  Fix, Pelantikan Bupati Terpilih 30 Desember 2018

Hasil Survei SMRC mencatat lima nama pilihan terhadap calon gubernur Jabar jika pemilihan langsung dilaksanakan sekarang.

Ridwan Kamil menempati posisi dukungan teratas (47.8 persen), selanjutnya Dedi Mulyadi (23.1 persen), Dede Yusuf (8.0 persen), Uu Ruzhanul Ulum (2.9 persen) dan Ono Surono (1.6 persen). Sedangkan yang belum tahu mencapai 16,6 persen. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.