Pasca Jalan Diblokir Anggota Dewan, Dishub Sweeping Truk Tambang Nakal

by -
Ilustrasi

METROPOLITAN – Setelah aksi blokir jalan yang dilaku­kan anggota DPRD Kabupaten Bogor, rupanya masih ba­nyak truk yang lalu lalang meski telah dikeluarkan Pe­raturan Bupati Nomor 120 Tahun 2021 tentang Waktu Operasional Kendaraan Ang­kutan Tambang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor langsung kembali melakukan operasi kendaraan tambang di sejum­lah titik Kabupaten Bogor. Operasi tersebut untuk men­cari truk-truk tambang yang nakal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Agus Rid­ho, mengatakan, operasi tersebut sudah dilakukan pihaknya di lima titik Kecamatan Parungpanjang, Rum­pin dan Gunungsindur. ­

“Memang kita sejak Febru­ari 2022 telah melaksanakan kegiatan operasi di lima titik. Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Danramil, Kapol­sek dan Camat supaya mobil nggak masuk ke Ciseeng,” ujarnya.

Baca Juga  Petugas Gabungan Diintimidasi Sopir Truk Tambang Nakal

Operasi tersebut dilaksana­kan mulai pukul 05:00 hingga 06:00 WIB. Namun, personel Dishub Kabupaten Bogor yang bertugas sudah siaga di titik-titik yang biasa dilewati ken­daraan tambang mulai pukul 20:00 WIB.

“Jadi dengan Perbup Nomor 120 Tahun 2021, truk atau kendaraan pengangkut tambang nggak boleh melin­tas dari jam 05:00 WIB sampai 20:00 WIB,” sambungnya.

Kendaraan tambang yang melanggar jam operasional menjadi atensi bagi DPRD Kabupaten Bogor. Pada Senin (21/2), anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Tohawi, duduk di tengah jalan mengadang belasan truk tambang yang masih berope­rasi melebihi jam operasional yang sudah ditentukan.

Aksi tersebut dilakukan To­hawi lantaran merasa kesal melihat truk tronton masih beroperasi di tengah aktivitas warga. Tohawi menjelaskan, aksinya ini diawali ketika ia sedang berada di perjalanan bersama sopirnya. Dalam jarak 3 kilometer, ia merasa heran kenapa waktu tempuh yang dibutuhkan mencapai 30 me­nit lebih.

Baca Juga  Tiang Miring Situ Plaza Cibinong Bikin Aktivis Ngambek

“Pas sopir saya mendahului, ternyata di depan ada tronton konvoi empat unit. Dari yang arah berlawanan, tronton kosong banyak banget lebih dari sebelas tronton dari arah berlawanan,” katanya.

Tohawi mengatakan, hal ini dilakukan untuk mewakili masyarakat. Di mana masy­arakat masih mengeluh peri­hal truk tambang yang bero­perasi melewati jam opera­sional. Padahal, Satpol PP Kecamatan Ciseeng hampir setiap hari melalukan razia serta sosialisasi tentang Per­bup Nomor 120 Tahun 2021.

“Ini bentuk protes ke pen­gusaha (tambang). Kan ada aturan tolong ditegakkan. Kepada Satuan Kerja Perang­kat Daerah (SKPD) dan Or­ganisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga tolong dong ditegakkan kan sudah ada Perbup. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor atau siapa yang bertugas,” tegasnya.

Baca Juga  Kadishub: Jika Terus Melanggar, Izin Usaha Tambang dan Izin Angkutan bakal Dievaluasi

Berdasarkan laporan yang diterima warga, diperkirakan masih ada ribuan kendaraan tambang yang melanggar jam operasional setiap harinya. Bahkan dalam pantauannya pagi tadi, dalam waktu singkat kendaraan tronton yang melin­tas hampir mencapai 100 unit.

Ia pun meminta pengusaha dan pengemudi kendaraan tambang menaati Perbup dan saling menghargai aktivitas warga.

“Kalau tidak saling menghar­gai antara pengusaha dan pengemudi, siapa yang men­gatur? Ini kan pemda sudah mengatur, kok tidak mau taat,” ungkapnya. (ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.