Pemkab Bogor Tunda Kegiatan Bimtek dan Pelatihan, ASN WFH 50 Persen

by -
Ilustrasi: Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Bogor sedang mengikuti apel.

METROPOLITAN.id – Melonjaknya kasus penularan Covid-19 pada seminggu terakhir ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah tegas. Salah satunya menerapkan Work from Home (WFH) 50 persen dibeberapa dinas di lingkungan Pemkab Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, untuk memutus penularan Covid-19 yang cukup masif saat ini pihaknya menunda beberapa kegiatan seperti pelatihan-pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta memaksimalkan vaksinasi, memaksimalkan tracing bagi orang yang terpapar.

“Apalagi saat ini beberapa pejabat dan pegawai banyak yang sudah terpapar. Makanya kita tunda dulu kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang,” kata dia.

“Berdasarkan surat Kemendagri bahwa 50 persen ASN WFO dan 50 persen WFH, dan aktif menerapkan tracing untuk mencegah terjadinya klaster penularan di perkantoran atau dinas,” sambung Ade Yasin.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Ultimatum Minimarket dan Mal

Ia juga minta dilakukan penutupan lokasi yang rawan kerumunan seperti area Pakansari. Sebab diarea Stadion Pakansari terdapat tempat arena bermain anak yang dikhawatirkan dapat menjadi lokasi penularan. Apalagi jika melihat kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor ini mencapai 561 hampir 600 per hari.

“Ini bukan angka yang sedikit, perlu penanganan serius untuk menekan peningkatan kasus ini, maka Pakansari ini sebaiknya kita tutup saja,” paparnya.

“Karena Varian Omricon penularannya sangat cepat, jadi kerumunan-kerumunan itu juga mengakibatkan terjadinya penularan,” kata Ade Yasin.

Begitu juga dengan sosialisasi telemedicine atau konsultasi kesehatan gratis. Agar masyarakat yang memiliki gejala atau terpapar Covid-19 bisa langsung berkonsultasi dengan Nakes.

Baca Juga  Densus Tangkap Terduga Teroris, Seorang PNS Berinisial TO

Sebelumnya, Ade Yasin juga mengungkap salah satu SKPD vital yakni Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) harus lockdown setelah 10 orang di dalamnya terpapar.

“Ada beberapa pejabat yang kena ya. Seperti Kepala BKPSDM, Asisten Pemerintahan dan Kesra, beberapa ajudan dan 10 pegawai Bappenda yang terpaksa kantornya lockdown,” pungkasnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.