Polda Jabar Turun Tangan Urus Situ Citongtut

by -

METROPOLITAN – Buntut ketegasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bo­gor dalam menindak peru­sahaan yang diduga mence­mari Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung­putri, Kepolisian Daerah Polda Jawa Barat (Polda Jabar) akhirnya turun tangan.

Kepala Dinas (Kadis) Ling­kungan Hidup Kabupaten Bogor, Ade Yana Mulyana, membenarkan adanya Tim Polda Jabar yang turun untuk mengecek perusahaan yang diduga membuang limbahnya ke Situ Citongtut, Selasa (15/2).

”Kemarin tim dari Polda Jabar turun tangan mengecek ke setiap perusahaan yang diduga membuat Situ Ci­tongtut tercemar,” ujarnya kepada Metropolitan, kema­rin.

Menurut mantan kepala Dinas Perhubungan itu, saat tim Polda Jabar turun sebe­lumnya menemui bupati Bogor terlebih dulu untuk memberitahukan kedatan­gannya terkait penanganan perusahaan yang membuang limbah ke Situ Citongtut.

Baca Juga  Situ Citongtut Tercemar Lagi, Ratusan Ikan di Tambak Mati

”Jadi sebelum ke perusa­haan, Tim Polda Jabar men­datangi bupati dan mengin­struksikan kami dari DLH untuk mendampingi,” jelas­nya.

Ade Yana menambahkan, bupati Bogor meminta pe­rusahaan yang terbukti mem­buang limbahnya ke Situ Citongtut agar diambil tinda­kan sesuai hukum pidana. ”Bupati juga menegaskan jika ada temuan dan terbuk­ti perusahaan tersebut mem­buang limbah, maka harus dipidana,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk peru­sahaan yang kemarin dicek Tim Polda Jabar dan DLH itu ada tiga perusahaan. Hal itu sesuai laporan DLH sebelum­nya yang menemukan adanya beberapa perusahaan yang terbukti membuang limbah, yakni PT Haengnam Sejah­tera, Foamindo dan Cidas.

”Dengan didampingi tim dari DLH, pihak Polda kalau nggak salah melakukan peng­ecekan ketiga perusahaan yang saat itu terbukti mem­buang limbah,” tegasnya.

Baca Juga  Jerat Pengusaha Pencemar Situ Citongtut Pakai UU Lingkungan Hidup

Meski begitu, Ade Yana eng­gan berkomentar lebih jauh perihal tindakan penanganan dan hasil dari Polda Jabar dalam kegiatan kemarin. ”Untuk selebihnya saya tidak tahu. Kalaupun harus dipi­dana pasti harus ada penye­bab yang fatal. Contohnya ada korban dari pencemaran limbah. Sampai saat ini belum ada laporan lanjutan dari anak buah saya,” pungkasnya. (ags/jis/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.