Polisi Ringkus Biang Kerok Serangan Maut Di Cibinong, Bocah Ingusan Jadi Gangster

by -

Sepekan berlalu. Polisi berhasil meringkus gerombolan gangster yang melakukan penyerangan brutal, hingga korbannya meregang nyawa. RM (20), korban pembacokan gangster itu, meninggal dunia saat asyik nongkrong di kafe Tenda Cinus akibat serangan maut kelompok pemuda yang menamai dirinya ‘Karadenan Street’.

LIMA dari belasan pelaku telah digelandang ke jeruji besi Polres Bogor. Empat di antaranya berusia dewasa dan satu orang lagi masih anak di bawah umur alias bocah ingusan. Bersama gerombolan lainnya yang saat ini masih buron, lima pelaku yang di­tahan mengakui aksi sadisnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan mengata­kan, berdasarkan keterangan sementara, kawanan gangster itu menamai kelompoknya Karadenan Street dan RDF.

Baca Juga  Dibacok Gangster, Seorang Pemuda Kritis

Karadenan sendiri merujuk pada nama salah satu wi­layah di Kecamatan Cibinong. Kelompok itu bukan berbasis sekolah.

“Kalau pengakuan semen­tara, mereka mengaku seba­gai geng. Geng Karadenan Street sama Geng RDF,” terang Siswo.

Para pelaku mengaku awal­nya sempat diserang di daerah Karadenan. Setelah itu, me­reka mencari pelaku yang menyerang mereka dengan berkeliling.

Saat konvoi di Jalan Raya KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, mereka bertemu sekelompok anak muda yang sedang nong­krong di kafe Tenda Cinus dekat RSUD Cibinong.

Kawanan gangster itu ke­mudian menyerang mereka hingga akhirnya seorang pe­muda meninggal dunia.

“Pengakuan mereka seper­ti itu,” ujarnya.

Dari lima anggota gangster yang ditangkap, ada di anta­ranya pelaku pembacokan.

Baca Juga  Gangster Berulah, Masuk Kampung Acungkan Golok

Menurutnya, rata-rata usia pelaku berkisar 18–20 tahun.

“Rata-rata usia 18 sampai 20 tahun,” imbuhnya.

Meski demikian, polisi ma­sih memburu sejumlah pela­ku lain. Sebab, diduga ada sekira 15 orang yang terlibat penyerangan saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Diduga pelaku yang ada di TKP sekitar 15 orang dengan berbagai peran. Jadi tidak semua melakukan pembaco­kan,” ungkapnya.

Beberapa warga sekitar men­gungkapkan bahwa lokasi tempat penyerangan memang kerap menjadi incaran gang­ster setiap malam saat akhir pekan.

Para gangster biasanya wara-wiri sembari menga­cungkan senjata tajam dan menggeber-geber kendaraan­nya.

Hal itu disebut untuk me­mancing emosi warga atau orang-orang yang sedang nongkrong agar terjadi bentro­kan.

“Sering banget, setiap malam Sabtu, malam Minggu, atau malam Senin. Seminggu bisa dua kali (gangster, red) lewat sini setiap malamnya,” beber Sri Maryani, penjual kopi ma­lam di sekitaran RSUD Cibi­nong, Senin (24/1) lalu. (fin/feb/run)

Baca Juga  Kocar-kacir, Belasan Gangster Diringkus Polisi

Leave a Reply

Your email address will not be published.